kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Waspada, suhu panas diprediksi masih melanda Indonesia seminggu ke depan


Selasa, 22 Oktober 2019 / 14:27 WIB
ILUSTRASI. Suhu panas ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa hari ini, masyarakat dihebohkan dengan tingginya suhu di sejumlah wilayah Indonesia. Khalayak menyoroti suhu yang tinggi ini, bahkan sampai mengunggah konten berisi tangkapan layar suhu udara di sekitarnya.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Akhmad Taufan Maulana mengatakan, sejumlah wilayah memang tercatat mengalami suhu udara cukup tinggi.

Taufan menuturkan, pada Senin (21/10/2019) kemarin, tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi mencatat suhu maksimum tertinggi, yakni Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 derajat celcius, Stasiun Klimatologi Maros 38.3 derajat celcius, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 derajat celcius.

Baca Juga: BMKG: Suhu 36,5 derajat Celcius di Jakarta bisa berlangsung seminggu ke depan

"Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, di mana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 derajat celcius," kata Taufan kepada Kompas.com, Selasa (22/10/2019) siang.

Sementara itu, lanjut Taufan, stasiun-stasiun meteorologi yang ada di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara mencatat suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35-36.5 derajat celcius. Gerak Semu Matahari Taufan menjelaskan, berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan khatulistiwa, berkaitan dengan gerak semu Matahari.

Baca Juga: Peringatan dini BMKG: Hari ini hujan dan kebakaran lahan bisa terjadi di 10 provinsi

Ia menambahkan, pada bulan September, Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember. "Sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia baghian selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya," papar Taufan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×