kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Wartawan peliput World Economic Forum diusir panitia


Minggu, 12 Juni 2011 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Warga beraktivitas saat Car Free Day di Jalan Ir. Soekarno Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/4). Cuaca besok di Jawa dan Bali cerah dan cerah berawan serta hujan, menurut prakiraan BMKG.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Wartawan yang hendak meliput World Economic Forum (WIF) atau Forum Ekonomi Dunia di Hotel Shangrila Jakarta, Minggu (12/6/2011) siang, diusir oleh panitia pelaksana acara.

Acara yang dihadiri Presiden SBY itu hanya bisa diliput 10 media massa yang telah direkomendasikan Biro Pers Kepresidenan. Selain tidak dibolehkan masuk ke lokasi acara, beberapa wartawan yang sebelumnya diinformasikan akan mendapat kartu identitas peliputan ternyata dibohongi panitia pelaksana.

Seorang wartawan televisi nasional milik pemerintah mengeluhkan sikap panitia seperti ini. Panitia Pelaksana yang merupakan staf Pusat Humas Kementerian Perdagangan, Rina Indriyana, menjelaskan hanya media massa yang sudah di-list (masuk daftar) pihak Istana Kepresidenan yang diizinkan untuk menghadiri acara opening ceremony WEF, sore ini.

Beberapa informasi yang dikumpulkan Tribunnews.com, menyebutkan, kegiatan ini dikoordinir warga asing sehingga tidak semua media massa diizinkan untuk meliput. Hingga berita ini diturunkan sejumlah wartawan masih menunggu kejelasan di lokasi acara, apakah dibolehkan meliput kegiatan tersebut.

"Kok di negeri sendiri dilarang meliput kegiatan Presiden?" tanya seorang wartawan. (Hasanuddin Aco/TRIBUNNEWS)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×