kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45894,02   -1,82   -0.20%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wapres Ma'ruf Amin Dorong Pengelola KEK JIIPE Lakukan Promosi Tarik Investor


Selasa, 07 Februari 2023 / 18:13 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Dorong Pengelola KEK JIIPE Lakukan Promosi Tarik Investor


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Java Integrated dan Industrial Port Estate (JIIPE) yang berada di Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (7/2).

Wapres mendapat penjelasan singkat tentang KEK JIIPE dari Bambang Soetiono, Direktur Utama PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku Pengelola.

Bambang menjelaskan, pembangunan JIIPE merupakan kerja sama antara swasta dan BUMN yang memiliki luas area 3000 hektar (ha), dan di dalamnya terdapat pelabuhan seluas 400 ha.

Adapun, mayoritas sahamnya dimiliki Pelindo 60% dan AKR/swasta 40%. “Sedangkan yang di kawasan industrinya 1800 ha. Pelindo 40%, swasta 60%,” ujar Bambang, Selasa (7/2).

Bambang menambahkan, 800 ha untuk kawasan perumahan yang bertujuan untuk menurunkan biaya logistik. Sehingga kapal-kapal yang datang langsung ke pabrik.

Bambang menyebut, biaya logistik sudah dikalkulasi dan bisa turun sampai 20%. "Demikian juga karyawan-karyawannya bisa tinggal di sini, jadi juga mengurangi pencemaran lingkungan,” terang Bambang.

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) Incar Omzet Lahan JIIPE75 Hektare Tahun Ini

Menanggapi keterangan Bambang, Wapres menanyakan progres investasi di JIIPE, infrastruktur pendukung, dan hambatan yang dihadapi.

Menurut Bambang, dari 1800 ha lahan, sudah terisi 300 ha. Dengan masuknya pabrik baja tahun ini diperkirakan 200 ha sampai dengan 300 ha dapat terjual.

Bambang memperkirakan hingga akhir tahun depan, keterisian lahan yang digunakan mendekati 40%.

"Kami juga ditarget. KEK (dalam) 5 tahun bisa menyerap investasi asing US$ 7,5 miliar, dalam 15 tahun optimalnya US$ 16 milar,” terang Bambang.

Terkait infrastruktur, jelas Bambang, saat ini jalan utama mulai dilebarkan, dan akan menyambung tol dari Bunder (KLBM) ke JIIPE yang tinggal 9 km.

Ia menyebut, untuk infrastruktur air, diambil dari daerah Sembayat. Sedangkan listrik, sudah dilakukan kerja sama dengan PLN, dan saat ini sedang dibangun gardu PLN 500 mega watt.

“Freepot sendiri nanti pakai 170 megawatt, 330 dipakai untuk kawasan,” ujar Bambang.

Wapres menjelaskan, KEK JIIPE merupakan program pemerintah dalam mengawal hilirisasi smelter.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×