kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.006,77   -5,27   -0.52%
  • EMAS988.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Wamendag sebut kolaborasi stakeholder jadi kunci untuk menggenjot perdagangan UMKM


Minggu, 28 Februari 2021 / 17:43 WIB
Wamendag sebut kolaborasi stakeholder jadi kunci untuk menggenjot perdagangan UMKM
ILUSTRASI. Wamendag sebut kolaborasi stakeholder jadi kunci untuk menggenjot perdagangan UMKM


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali berkolaborasi dengan beberapa stake holder. 

Kali ini yang diajak berkolaborasi adalah Accor Hotel, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Pemerintah Daerah Sulawesi Utara. Dari Pemerintah Daerah Sulut diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Kindangen. Sedangkan dari BNI diwakili Pemimpin Wilayah 11 Manado PT BNI Koko Prawira, Butar Butar.

JaringanAccor Hotel yang menandatangani adalah Senior Vice President PT AAPC Indonesia Adi Satria. Sedangkan dari Kemendag diwakili oleh Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Ida Rustini. 

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyaksikan langsung penandatangan itu bersama Wantimpres Agung Laksono, Anggota Komisi I DPR Dave Laksono dan Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana.

Baca Juga: Wamendag ajak Bank BRI gerakkan Sistem Resi Gudang (SRG)

“Kita semua tahu pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu kita harus mendukung pengembangan UMKM dengan berbagai cara, termasuk dalam pengembangan pemasaran dan perdagangannya melalui kolaborasi ini,” kata Wamendag dalam keterangannya, Minggu (28/2). 

Menurut Jerry, Ini adalah wujud konkret dari tekad kita untuk bekerja sama membangun perekonomian nasional, khususnya di Sulawesi Utara. Dengan optimis Wamendag mengatakan bahwa semua tantangan perdagangan dan ekonomi bisa dihadapi jika semua pihak berkolaborasi. 

Selain menekankan perlunya kolaborasi antar stake holder, Jerry juga kembali mempromosikan program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menjadi program bersama di seluruh Kementerian Kabinet Jokowi-Ma`ruf Amin. Melalui kerja sama ini diharapkan produk-produk Indonesia bisa terus berkembang dan meningkat kualitasnya karena mendapatkan pasar yang baik. 

Pada penandatanganan kerja sama ini, UMKM akan menjadi penyedia kebutuhan hotel. Selain itu, sebagai dukungan dalam mempromosikan produk UMKM, hotel secara speriodik menyediakan ruang pamer di area yang strategis.

Sulawesi Utara sendiri dipilih setelah sebelumnya, kerja sama dilakukan juga di enam provinsi yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat. 

Baca Juga: Stok jelang Ramadan, Mentan: Kita kekurangan 200 ribu ton daging

Untuk 2021 kerja sama dimulai dari Sulawesi Utara. BNI di lain pihak diharapkan berperan sebagai pendukung pembiayaan, pembayaran dan transaksi-transaksi lainnya. 

Kepala Jaringan dan Jasa PT BNI Wilayah 11 Manado Ferry Sinaga menyambut baik acara ini. Menurutnya, BNI banyak membantu pemerintah, UMKM dan stake holder lainnya.

Saat ini  BNI juga mendukung Kemendag dalam digitalisasi pembayaran ritel melalui EDC merchant, QR Code Payment, serta e–Retribusi di pasar rakyat. 

Dukungan yang sama disampaikan oleh manajemen jaringan Accor Hotel. CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmon berjanji akan menyukseskan kerja sama ini. Selain itu ia juga menyampaikan saat ini Accor Hotel sudah memanfaatkan produk Indonesia lainnya yaitu Genose sebagai alat pendeteksi Covid bagi tamu maupun pekerja hotel. 

Dukungan dan kerja sama ini menggembirakan Kemendag maupun Pemerintah Daerah Sulawesi Utara. Menurut catatan Kemendag, dari pelaksanaan enam kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya, tercatat nilai kontrak hotel dengan UMKM mencapai Rp 492,803 juta per bulan dengan jumlah seluruh kontrak selama satu tahun mencapai Rp 5,9 miliar. 

Sementara penyaluran kredit BNI kepada UMKM senilai Rp 3,37 Miliar. Diharapkan penandatanganan kerja sama ini akan meningkatkan gairah UMKM dan memberikan dampak khususnya di Sulawesi Utara.

Meski punya catatan bagus, Kemendag menurut, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri akan terus melakukan evaluasi agar berjalan dengan baik.

Selanjutnya: Indonesia dorong pembangunan gudang dan pusat distribusi di Hungaria

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×