Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan utang luar negeri (ULN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada April 2022 terkoreksi 0,76% mont to month (mom) yaitu dari Maret 2022 sebesar US$ 58,23 miliar menjadi US$ 57,78 miliar pada April 2022.
Sementara secara tahunan juga mengalami penurunan sebesar 3,33% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021 yang mencapai US$ 59,78 miliar.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa bila dilihat dari komposisi penurunannya, terlihat bahwa nilai penurunan yang paling signifikan dari ULN BUMN berasal dari LKBB, yang tercatat mengalami penurunan sebesar 13,99% mom yaitu dari Maret 2022 sebesar US$ 2,89 miliar menjadi US$ 2,48 miliar pada April 2022.
"Penurunan dari lembaga perbankan ataupun non lembaga keuangan cenderung insignifikan dibandingkan dengan penurunan ULN LKBB," ujar Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (16/6).
Baca Juga: Utang Luar Negeri Swasta Naik Tipis pada April 2022
Menurutnya, penurunan ini diperkirakan didorong oleh adanya utang dari perjanjian utang yang sudah jatuh tempo. Hal ini terefleksi dari penurunan ULN dari keseluruhan LKBB, yang turun sebesar US$ 672 juta dari ULN berbentuk perjanjian pinjaman.
Ke depannya, Josua memperkirakan ULN akan mengalami penurunan pada tahun ini, seiring dengan penurunan ULN dari sisi pemerintah akibat turunnya kepemilikan asing dalam obligasi pemerintah.
Tidak hanya dari sisi pemerintah, Josua memperkirakan pihak swasta juga cenderung mengalihkan pembiayaannya ke dalam negeri, seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang juga cenderung dinamis di tahun 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













