kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   6.000   0,20%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Upaya Sampoerna Entrepreneurship Training Center & Inotek Dorong Ekonomi Desa & UMKM


Jumat, 27 Februari 2026 / 16:16 WIB
Upaya Sampoerna Entrepreneurship Training Center & Inotek Dorong Ekonomi Desa & UMKM


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Upaya penguatan ekonomi desa semakin gencar, melalui kolaborasi lintas lembaga dengan melibatkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai penggerak utama aktivitas lokal. Salah satu inisiatif tersebut tampak di kawasan wisata pedesaan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sampoerna Entrepreneurship Training Center bersama Inotek dan mitra lokal di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah menggelar bazar Ramadan. Sekitar 40 pelaku UMKM terlibat menjajakan produk kuliner, kerajinan, hingga layanan jasa kepada pengunjung.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Shinta Agathia mengatakan, masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berbelanja sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.

“Selain memudahkan kita yang di rumah, juga untuk membantu masyarakat (UMKM) di sini, membantu perekonomian agar lebih baik lagi,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (25/2). 

Baca Juga: Aturan Revisi PPh Final UMKM Sudah di Meja Prabowo, Ini Bocorannya

Penanggung jawab kegiatan, Triyanto, menjelaskan, bazar diadakan sebagai wadah pemberdayaan UMKM binaan di sektor kuliner, kerajinan, hingga jasa kesehatan. “Bazar ini ada karena melihat potensi lokal di sini bagus, dan juga Bilebante ini sebagai desa wisata, jadi bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini,” katanya.

Program pendampingan yang dilakukan meliputi pembinaan usaha melalui komunitas mitra, pelatihan keterampilan teknis dan digital sejak tahun 2023, peningkatan standar layanan jasa berbasis pariwisata, hingga penyediaan ruang pemasaran langsung.

Kegiatan ini juga memanfaatkan kembali lahan desa yang sempat terbengkalai selama lima tahun menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, menilai kegiatan tersebut dapat menjadi contoh pengembangan ekosistem usaha desa. "Kita bisa lihat  proses menumbuhkan trust kepada pengunjung melalui pembelanjaan cashless,” ujarnya.

Menurutnya, jika model serupa diterapkan di lebih banyak desa, potensi penggerak ekonomi akar rumput di wilayah NTB dapat semakin kuat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×