kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Untuk Capai PDB di Atas Rp 24.000 Triliun pada 2025 Dibutuhkan Investasi Jumbo


Kamis, 18 April 2024 / 11:30 WIB
Untuk Capai PDB di Atas Rp 24.000 Triliun pada 2025 Dibutuhkan Investasi Jumbo
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Kemenkeu sebut dibutuhkan investasi jumbo untuk mencapai PDB di atas Rp 24.000 triliun pada 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 mendatang berada dikisaran Rp 24.316 triliun hingga Rp 24.479 triliun atau sebesar 5,3% sampai 5,6%.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

“Untuk mendapatkan Rp 24.000 triliun ini maka kita membutuhkan investasi. Salah satu kunci dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah modal,” tutur Suahasil dalam agenda Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2024, Kamis (18/4).

Baca Juga: Moody's Pertahankan Peringkat Utang Indonesia, Begini Respons Bos BI

Suahasil menyebut, investasi tersebut bisa diperoleh dari capital expenditure (capex) atau belanja modal yang berasal dari APBN/APBD sebesar Rp 420 triliun hingga 462 triliun.

Juga bisa berasal dari belanja modal swasta yang nilainya lebih tinggi di kisaran Rp 6.096 triliun hingga Rp 6.140 triliun. Kemudian berasal juga dari BUMN yang nilainya dikisaran Rp 532 triliun hingga Rp 572 triliun.

“Ini harus diorkestrasikan sehingga mendapat nilai investasi yang dibutuhkan pada 2025,” ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, ia menambahkan perlu adanya kerjasama baik itu di Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah, untuk memikirkan bagaimana meningkatkan infrastruktur agar ada efisiensi dalam biaya logistik.

Baca Juga: Moody's Pertahankan Peringkat Utang Indonesia di Level Invesment Grade

Dalam hal ini Kementerian Keuangan lanjutnya, terus menyiapkan berbagai macam fasilitas untuk pengurangan pajak agar  bisa mendorong investasi ini.

Di antaranya kebijakan yang sudah ada yakni superdeduction Pajak Penghasilan (PPh) untuk R&D dan vokasi.

Di samping itu untuk mencapai investasi tersebut akan dilakukan penguatan skill untuk industri yang berbasis high-tech renewable energy.

“Dengan seperti itu maka pengelolaan APBN dan APBD harus semakin sehat,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×