kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

UE jajal kerjasama dengan Asean


Senin, 16 April 2012 / 21:59 WIB
ILUSTRASI. IDX BUMN20 tertekan hingga 7,39% sejak awal tahun atau ytd. Sebagai pembanding, IHSG terkikis 0,86% ytd.


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Amerika sempat melarang penggunaan kelapa sawit Indonesia. Namun, Uni Eropa menyatakan tidak ada pemblokiran kelapa sawit Indonesia ke negara-negara Eropa. Julian Wilson menuturkan, di negara-negara Eropa, terutama Belanda hampir 70% menyukai makanan olahan ataupun sabun yang mengandung minyak.

Namun, masalahnya saat ini penduduk Eropa telah menyadari dampak lingkungan dari perkebunan kelapa sawit. Maka, UE telah mengucurkan dana sebesar 10juta Euro untuk Indonesia agar melakukan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Hingga saat ini Uni Eropa telah berinvestasi dalam 5 tahun belakangan sebesar 1,5-2 miliar Euro. Melalui CEPA (Comprehensive Economy Partnership Agreement), Uni Eropa akan mengadakan kerjasama dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Sejauh ini, menurut Julian Wilson, Kepala Delegasi UE untuk ASEAN, Indonesia, Filipina, dan Brunei telah meminta untuk melakukan negosiasi. Sementara, Malaysia dan Singapura sudah sampai pada tahap akhir penyelesaian kesepakatan kerjasama.

"Uni Eropa dan ASEAN memulai negosiasi regional tahun 2007 yang dirancang pula untuk mendukung proses integrasi regional ASEAN," ujar Julian kemarin, saat konferensi Pers "Dukungan UE terhadap perangkat negosiasi FTA ASEAN.

ASEAN menjadi pasar yang besar bagi negara Eropa. Ketika Eropa dilanda krisis pada tahun lalu, Eropa meningkatkan penjualannya ke ASEAN. Penjualan ini pun menurut Basil Conztantinescu, Penasihat Kerjasama Regional UE-ASEAN, selama 9 bulan ini, perdagangan tersebut telah membuat perekonomian di ASEAN surplus 32 miliar Euro.

Sementara, untuk Indonesia, Walter van Hattum, menyatakan hingga saat ini UE akan berinvestasi sebesar 1 triliun US dolar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×