kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Tidak Cuma Inflasi, Ini Berbagai Pertimbangan BI Dalam Menetapkan Suku Bunga


Selasa, 04 Juli 2023 / 20:27 WIB
ILUSTRASI. Penurunan inflasi diharapkan berpengaruhi pada penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju inflasi mulai kembali pelan. Di bulan Juni 2023, inflasi tahunan tercatat 3,52%.

Penurunan inflasi diharapkan berpengaruhi pada penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Namun, kebijakan suku bunga tidak hanya didasarkan pada tren inflasi tersebut.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan keputusan suku bunga acuan selalu dilakukan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan BI dengan mempertimbangkan banyak hal, terutama proyeksi inflasi yang dikaitkan dengan targetnya.

Namun, keputusan terhadap suku bunga tidak hanya didasarkan pada perkembangan inflasi. Selain itu, respons kebijakan BI sekarang tidak hanya mengandalkan kebijakan suku bunga.

“Bisa saja, seperti sudah terjadi dalam beberapa kali RDG, suku bunga tetap ditahan untuk menjaga kestabilan. Sementara kebijakan makropudensial dan sistem pembayaran diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi,” ujar Erwin kepada Kontan, Selasa (4/7).

Baca Juga: Tingkat Inflasi Melambat, Perbankan Masih Susah Turunkan Bunga Kredit

Sementara, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menyebut, BI harus melihat external balance dalam membuat keputusan suku bunga.

Selain itu, “Faktor kebijakan bunga Fed juga jadi salah satu pertimbangan,” ujar David.

Meski demikian, ia memproyeksikan ada potensi penurunan suku bunga di kuartal IV 2023.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, faktor domestik memang mengindikasikan sudah ada pelonggaran terhadap kebijakan suku bunga tersebut karena inflasi sudah menurun lebih cepat. Bahkan, di kuartal- I 2023 lalu, sebetulnya sudah ada ruang pemangkasan suku bunga.

“Namun faktor eksternal masih perlu diantisipasi,” kata Faisal.

Sebab, bank-bank sentral dunia masih dalam stance hawkish, yakni masih akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya. Kemudian, surplus perdagangan Indonesia sudah menyusut.

Ia mengingatkan Indonesia perlu menjaga kestabilan rupiah demi menghindari imported inflation.

Faisal memproyeksikan BI akan terus mempertahankan kebijakan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 5,75% hingga akhir tahun 2023.

Baca Juga: Inflasi Landai, Bagaimana Peluang Penurunan Bunga Acuan BI?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×