kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Terduga corona bertambah, pemerintah tunda insentif sektor pariwisata


Selasa, 03 Maret 2020 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Rapat Kerja tersebut membahas Penjelasan Strukur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI a


Reporter: Abdul Basith, Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pemerintah sepertinya akan menunda aneka insentif terkait virus corona, menyusul ada dua warga negara Indonesia yang positif terinfeksi  virus corona dan bertambahnya orang yang terduga tertular corona.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama  Kusbandio mengatakan, penundaan pemberian insentif di sector pariwisata hanya bersikap sementara waktu.  "Ditunda. Di-review dulu," ujar Wishnutama di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/3).

Penundaan insentif, kata Wishnutama, tak berlaku untuk semua insentif sektor pariwisata, tapi penundaan insentif hanya bagi wisatawan mancanegara yang akan berlibur ke Indonesia. “Penundaan sementara sampai jelas kondisinya,” kata Wishutama.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumad menambahkan, insentif tetap berlaku bagi wisatawan domestic yakni  insentif diskon harga tiket pesawat hingga penginapan. Insentif berupa diskon ini akan tetap dilakukan dan akan dievaluasi dalam waktu tiga bulan mendatang.

Jika merujuk keterangan Menteri Keuangan, insentif sektor pariwisata akan menelan dana Rp 443,39 miliar untuk diskon  30% harga tiket pesawat untuk 10 destinasi wisata. Insentif  akan diberikan ke 25%  penumpang per pesawat dan berlaku sejak bulan Maret sampai Mei 2020.

Pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan dua WNI diduga terinfeks corona, RSPI Sulianti Saroso mengaku telah mengisolasi enam pasien suspect virus corona hasil rujukan dari rumah sakit lain. "Tadi malam ada pasien baru masuk 4 orang, pagi ini 2 orang, jadi sekarang 6, semuanya rujukan dari rumah sakit," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×