kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.868   -67,00   -0,37%
  • IDX 5.862   -33,87   -0,57%
  • KOMPAS100 760   -4,74   -0,62%
  • LQ45 579   -4,71   -0,81%
  • ISSI 203   0,06   0,03%
  • IDX30 329   -2,57   -0,77%
  • IDXHIDIV20 404   -3,72   -0,91%
  • IDX80 86   -0,50   -0,58%
  • IDXV30 109   -0,56   -0,51%
  • IDXQ30 106   -0,95   -0,89%

Terdeteksi di kedalaman 850 meter, begini upaya penyelamatan KRI Nanggala-402


Sabtu, 24 April 2021 / 20:54 WIB
ILUSTRASI. Terdeteksi di kedalaman 850 meter, begini upaya penyelamatan KRI Nanggala-402 menurut KSAL Yudo Margono.


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam setelah 72 jam pencarian oleh tim gabungan. 

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan tim mengalami kesulitan dalam pencarian hingga menghadapi risiko tinggi dalam proses evakuasi. 

Penyebabnya ialah kapal selam terdeteksi tenggelam di kedalaman 850 meter. 

Riskan dan memiliki kesulitan tinggi 

Laksamana Yudo mengatakan, akan berupaya keras mencari KRI Nanggala-402 beserta para awak kapal di dalamnya. 

Baca Juga: Penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan karena ledakan, ini penjelasan KSAL

"Unsur-unsur kita yang melaksanakan pendeteksian dan unsur-unsur lain akan berusaha keras, karena kedalaman laut yang dideteksi adalah kedalaman 850 meter," kata Yudo dalam jumpa pers di Bali, Sabtu (24/4/2021). 

Dengan kondisi tersebut, kata Yudo, tim dipastikan menghadapi kesulitan hingga risiko yang tinggi. 

"Ini riskan dan memiliki kesulitan tinggi untuk ROV (Remotely Operated Vehicle) dan pengangkatan nantinya," ujar dia. 

Dibantu negara lain 

Dalam pencarian ini, TNI dibantu oleh militer negara lain seperti Australia, Singapura hingga Amerika Serikat. 

"Untuk kapal-kapal yang memiliki peralatan seperti Singapura, dia memiliki alat yang bisa mencakup kedalaman 900-1000 meter. Kita tempatkan bersama KRI Rigel jika itu terbukti Nanggala, kita tindaklanjuti dengan peralatan yang dimiliki oleh Singapura," kata Yudo. 

Baca Juga: Panglima TNI nyatakan KRI Nanggala-402 tenggelam pasca 72 jam pencarian

Peralatan dari Australia juga disiagakan untuk mendeteksi gerakan bawah air. "Dari Australia ini juga ditempatkan dekat, mereka memiliki kemampuan untuk deteksi bawah air. Namun hanya menemukan kontak sonar saja, ditindaklanjuti oleh KRI Rigel," ujar dia. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×