kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.962   50,00   0,28%
  • IDX 6.018   -52,85   -0,87%
  • KOMPAS100 777   -7,72   -0,98%
  • LQ45 595   -5,99   -1,00%
  • ISSI 209   -1,75   -0,83%
  • IDX30 330   -3,24   -0,97%
  • IDXHIDIV20 420   -4,28   -1,01%
  • IDX80 89   -0,88   -0,98%
  • IDXV30 114   -0,79   -0,69%
  • IDXQ30 108   -0,80   -0,73%

Target penerimaan pajak 2016 Rp 1.565 triliun


Jumat, 14 Agustus 2015 / 14:54 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan yang lebih besar. Target penerimaan negara dari sisi perpajakan untuk tahun depan Rp 1.565 triliun.

Jumlah itu lebih besar dari APBN Perubahan tahun 2015 lalu yang sebesar Rp 1.489 triliun, atau naik sebesar Rp 76,5 triliun. Sementara total pendapatan dalam negeri dipatok sebesar Rp 1.848 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pengantarnya mengatakan, postur anggaran dalam RAPBN 2016 disusun berdasarkan penguatan fiskal, dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. "Penguatan fiskal difokuskan paeda penguatan di sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan," ujar Jokowi, Jumat (14/8) di Jakarta.

Kenaikan bukan hanya terjadi di sisi pendapatan, tetapi juga di sisi belanja. Pemerintah mematok target belanja negara di RAPBN 2016 sebesar Rp 2.121 triliun. Naik dari APBN Perubahan 2015 lalu yang hanya 1.984 triliun.

Dengan anggaran penerimaan dan belanja sebesar itu, defisit anggaran yang ditargetkan sebesar Rp 273,2 triliun. Untuk menutupinya pemerintah akan mengeluarkan pembiayaan sebesar Rp 272 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×