kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.167   1,00   0,01%
  • IDX 5.032   -65,62   -1,29%
  • KOMPAS100 648   -7,84   -1,19%
  • LQ45 512   -3,34   -0,65%
  • ISSI 169   -2,63   -1,54%
  • IDX30 288   -1,06   -0,37%
  • IDXHIDIV20 389   0,24   0,06%
  • IDX80 75   -0,77   -1,02%
  • IDXV30 108   0,91   0,85%
  • IDXQ30 97   -0,30   -0,31%

Tahan peringkat utang, S&P pangkas outlook Indonesia dari stabil ke negatif


Jumat, 17 April 2020 / 19:05 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menlu Retno Marsudi (kiri) dan Menkeu Sri Mulyani mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020). KTT yang digagas oleh Arab Saudi selaku Ketua G20 tahun ini ters


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Lembaga pemeringkat utang yakni S&P Global Rating memutuskan untuk menahan peringkat surat utang RI dengan rating BBB/A-2. Namun S&P  merevisi outlook menjadi negatif dari stabil.

Dalam keterangan resminya, Jumat (17/1), S&P menyatakan, posisi Indonesia melemah akibat depresiasi rupiah serta beban utang yang akan semakin berat dalam beberapa tahun ke depan. Ini merupakan konsekuensi akibat kebijakan fiskal dalam menghadapi pandemi corona (Covid-19). Di sisi lain, sumber pendapatan negara untuk membiayai utang juga terbatas.

Menurut S&P, revisi outlook dari stabil menjadi negatif  menggambarkan risiko yang terdownside atas kondisi fiskal pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 selama 24 bulan ke depan alias dua tahun ke depan/ 

Tak hanya itu saja, S&P juga menahan rating BBB untuk utang jangka panjang Indonesia dan A-2 untuk utang jangka pendek.

Lembaga ini juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya 1,8%, terendah sejak tahun 1999.  Harapan S&P, ekonomi Indonesia bisa kembali rebound pada tahun 2021 dan 2022 mendatang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×