kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Syarat pertumbuhan, rupiah dan inflasi stabil


Rabu, 22 April 2015 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Klik Link Sertificat.bkn.go.id untuk Download Sertifikat CPNS 2023


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk bisa mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ada syarat yang harus bisa dijaga agar mencapai potensi tersebut.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan pentingnya kestabilan rupiah. Karena kurs rupiah yang melemah maka penghitungan nominal PDB yang dihitung secara dollar tidak akan berpengaruh besar. Stabilitas ekonomi Indonesia perlu dijaga sehingga rupiah tetap stabil.

Selain rupiah, yang juga perlu dijaga adalah inflasi. Pertumbuhan ril yang naik dan inflasi yang rendah akan memperbesar nominal PDB Indonesia. Trend inflasi harus dijaga dalam level 4% plus minus 1%.

Untuk inflasi, David tidak terlalu khawatir. "Tinggal pertumbuhan ril yang agak lambat," tandasnya ketika dihubungi KONTAN, Rabu (22/4). Di tengah kondisi global yang masih lemah, yang jadi harapan adalah investasi. Kalau investasi bisa terealisasi baik dari swasta ataupun pemerintah, ekonomi Indonesia bukan tidak mungkin mencapai 5,4% dengan nominal sekitar US$ 1 triliun. Bahkan, potensinya bisa lebih dari itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×