kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Syarat pertumbuhan, rupiah dan inflasi stabil


Rabu, 22 April 2015 / 20:11 WIB
Syarat pertumbuhan, rupiah dan inflasi stabil
ILUSTRASI. Klik Link Sertificat.bkn.go.id untuk Download Sertifikat CPNS 2023


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk bisa mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ada syarat yang harus bisa dijaga agar mencapai potensi tersebut.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan pentingnya kestabilan rupiah. Karena kurs rupiah yang melemah maka penghitungan nominal PDB yang dihitung secara dollar tidak akan berpengaruh besar. Stabilitas ekonomi Indonesia perlu dijaga sehingga rupiah tetap stabil.

Selain rupiah, yang juga perlu dijaga adalah inflasi. Pertumbuhan ril yang naik dan inflasi yang rendah akan memperbesar nominal PDB Indonesia. Trend inflasi harus dijaga dalam level 4% plus minus 1%.

Untuk inflasi, David tidak terlalu khawatir. "Tinggal pertumbuhan ril yang agak lambat," tandasnya ketika dihubungi KONTAN, Rabu (22/4). Di tengah kondisi global yang masih lemah, yang jadi harapan adalah investasi. Kalau investasi bisa terealisasi baik dari swasta ataupun pemerintah, ekonomi Indonesia bukan tidak mungkin mencapai 5,4% dengan nominal sekitar US$ 1 triliun. Bahkan, potensinya bisa lebih dari itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×