CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Stok cukup, pemerintah ogah impor beras


Jumat, 20 Agustus 2010 / 15:07 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

CIREBON. Pemerintah belum berencana mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, stok beras saat ini masih cukup.

Menteri Pertanian Suswono berasalan, kenaikan harga beras bukan karena stok yang kurang melainkan akibat konsumsi yang naik. "Stok cukup. Insya Allah tidak ada impor beras," kata Suswono, Jumat (20/8).

Suswono optimistis pasokan beras akan cukup hingga akhir tahun. Sebab, musim hujan yang terjadi pada Agustus ini akan memberikan kesempatan bagi petani menanam padi sebanyak tiga kali. "Dengan adanya hujan, Desember kita bisa panen. Musim hujan ini keuntungan juga buat Indonesia," ucapnya.

Karena itu, pemerintah optimistis suplai beras dalam negeri pada tahun ini masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan pasokan beras akan mengalami surplus 5 juta ton.

Untuk memastikan ketersediaan beras, Hatta telah memberikan instruksi kepada Bulog untuk tetap menjaga isi di setiap gudang. Tak hanya di tingkat provinsi tapi juga kabupaten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×