kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Sri Mulyani: Kerugian bencana US$ 30 miliar


Rabu, 07 Februari 2018 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Banjir Sungai Ciliwung di kawasan Manggarai


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bencana alam yang terjadi di Tanah Air setiap tahunnya berdampak pada kerugian ekonomi di Indonesia. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyatakan untuk gempa saja, Indonesia berpotensi kehilangan Gross Domestic Product (GDP) hingga 3% atau sekitar US$ 30 miliar.

Ia memaparkan Indeks Bencana Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi. Sebagai rata-rata, indeks bencana nasional mencapai 156,3% . Dirinya menyatakan pemerintah mempunyai target untuk menurunkan rasio angka tersebut hingga 30%.

"Untuk Rasionya indeks bencana yang diukur dari 136 kabupaten/kota lebih tinggi lagi yaitu 169,5%, ini semua kategori tinggi,"kata Sri Mulyani, Rabu (7/2).

Wanita yang pernah menjabat sebagai Managing Director World Bank itu berujar sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2015-2019 pemerintah telah menempatkan prioritas untuk penanggulangan bencana. Maklum saja, kata dia yang paling berdampak atas terjadinya bencana alam adalah masyarakat miskin.

"Kita kalau mau mengurangi kemiskinan juga harus tahu bagaimana mereka (masyarakat miskin) tidak mudah terkena dampak bencana,"pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×