kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Sri Mulyani jelaskan kondisi ekonomi Indonesia ke US ASEAN Business Council


Kamis, 01 April 2021 / 11:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya pemerintah memutus rantai penyebaran virus corona melalui testing, tracing, treatment (3T) dan juga kemajuan vaksinasi memberikan optimisme yang kuat dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Pemerintah berharap upaya ini juga akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pada kuartal kedua dan berlanjut hingga akhir tahun. Program vaksinasi pun akan diawasi dengan ketat ketersediaan dosis yang dibutuhkan oleh Indonesia.

“Sekarang apa yang kita miliki sampai saat ini dengan respon pemerintah sejak tahun lalu terutama melalui kebijakan fiskal. Menurut saya apa yang kita sebut sebagai paket program pemulihan dan mengatasi masalah Covid-19 memberi kami hasil yang relatif baik,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati secara daring pada Courtesy Meeting US ASEAN Business Council, Rabu (31/3).

Baca Juga: Sri Mulyani cerita soal penanganan pandemi Covid-19 ke Menlu Singapura

Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 2,07 %, masih relatif lebih baik jika dibandingkan dengan negara anggota ASEAN serta negara-negara G20 lainnya. Sementara defisit fiskal sebesar 6,09% dari PDB juga masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN serta negara G20.

Dengan kata lain, pemerintah dapat mempertahankan atau dalam hal ini mencegah resesi yang sangat dalam dengan sumber daya berasal dari fiskal, yang memberi titik awal sangat baik untuk tahun 2021.

“Jadi sejauh ini sangat baik terutama dalam pengelolaan di sisi makro dan hasilnya pada pertumbuhan dan terutama juga dalam pengelolaan dan pengendalian Covid-19. Selain itu, jika melihat implikasi COVID-19 terhadap kemiskinan dan pengangguran, juga relatif ada bukti kuat bahwa apa yang kami lakukan mencegah peningkatan tajam pada kemiskinan dan pengangguran,” kata Sri Mulyani.

Fokus pemerintah pada tahun 2021, imbuh Sri Mulyani, akan meningkatkan hasil yang baik pada tahun 2020 dan mempercepat pemulihan baik dari segi pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan tentunya mobilitas masyarakat yang tetap patuh protokol kesehatan. Investasi juga perlahan pulih terutama di sisi ekspor dan impor yang juga menunjukkan pemulihan yang sangat kuat.

Sri Mulyani berharap melalui pembinaan hubungan serta diskusi yang baik antara Indonesia dan US ASEAN Business Council , ke depan akan makin terjalin kerjasama yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Selanjutnya: Selain biaya logistik, tumpang tindih regulasi jadi penghambat investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×