kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.012   47,00   0,28%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Solidaritas untuk Jopi minta TNI AL transparan


Rabu, 27 Mei 2015 / 09:33 WIB
ILUSTRASI. Begini prakiraan cuaca di Bekasi, Depok, dan Bogor untuk Kamis (14/12).


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Solidaritas untuk Jopi membantah keterangan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Angkatan Laut Laksamana Pertama Manahan Simorangkir, yang menyebut pelaku penusukan aktivis tersebut sedang membela diri.

Ratri Kusumohartono, Jurubicara Solidaritas untuk Jopi yang juga merangkap juru bicara Sawit Watch menyatakan, keterangan Kadispen itu bisa mengaburkan fakta sesungguhnya. "Bagaimana bisa disebut membela diri, sedangkan Jopi dalam posisi dikeroyok. Posisi tusukan juga dari belakang, dari punggung tembus ke paru-paru. TNI AL tidak boleh mengada-ada untuk menutupi kasus," ujar Ratri dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (27/5).

Sebelumya, Manahan menyampaikan jika kasus tewasnya Jopi adalah kecelakaan yang tidak disengaja. "Kalaupun pembunuhan, kan bukan berencana. Itu dekat dengan suatu kecelakaan. Bertengkar dan emosi. Bukan ide membunuh. Bisa jadi dia membela diri. Kita belum tahu karena diawali pertengkaran dan kondisi gelap," kata Manahan.

Adapun Solidaritas untuk Jopi mencatat serangkaian kejanggalan kasus pembunuhan itu antara lain lambannya polisi mengumumkan pelaku pembunuhan. Mendadak, polisi mengirimkan berkas perkara dan melimpahkannya ke Polisi Militer AL. "Ada tahapan yang dilompati yakni polisi belum mengumumkan ke publik tentang sosok pembunuh tapi tahu-tahu dilimpahkan ke POM AL," tambah Ratri.

Selain itu, TNI AL juga dinilai lamban mengumumkan pelaku pembunuhan. Kejanggalan berikutnya adalah upaya untuk membelokkan fakta. "Kami curiga TNI AL sedang menyusun rencana merekayasa kasus ini untuk melindungi pelaku yang sesungguhnya. Sekarang kami bertanya, mengapa institusi TNI AL berusaha menutup-nutupi kasus ini," kata dia.

Dengan demikian, Solidaritas untuk Jopi meminta TNI AL membuka kasus ini setransparan mungkin dengan membuka siapa pembunuh sesungguhnya, melakukan gelar perkara seterang-terangnya.

Sekedar informasi, Solidaritas untuk Jopi adalah wadah untuk menuntaskan kasus pembunuhan pegiat lingkungan Jopi Peranginangin. Jopi dibunuh pada Sabtu, 23 Mei 2015 oleh anggota TNI di depan Habibie Center seusai keluar dari Venue Cafe Kemang.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×