kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Singapura akan tingkatkan kerjasama dengan Indonesia, ini sektor yang akan jadi fokus


Rabu, 17 Juli 2019 / 13:32 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Singapura berkomitmen untuk mempererat kerjasama dengan Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Kondisi Indonesia dinilai membuktikan tidak adanya hambatan kerja sama bagi kedua negara.

"Singapura adalah negara investor asing nomor satu dan banyak sekali kerjasama yang kita lakukan," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Istana Bogor, Rabu (17/7).

Peluang kerjasama juga ditunjukkan pada visi Jokowi dalam pidato politiknya untuk periode lima tahun ke depan. Retno bilang terdapat tiga visi yang dapat dikaitkan langsung dengan kerjasama kedua negara.

Pertama adalah mengenai kerjasama di sektor infrastruktur. Kedua, peluang kerjasama di bidang  investasi.

Ketiga, kerjasama dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Indonesia dan Singapura akan terus meningkatkan kerjasama pembangunan sekolah vokasi politeknik yang telah berjalan selama ini.

"Tentunya untuk meningkatkan tempo yang cepat salah satu opsinya adalah melalui jalur Training of Trainers (ToT)," terang Retno.

Asal tahu saja, pertemuan Menlu Singapura tersebut juga untuk membahas pelaksanaan pertemuan Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang akan dilakukan tahun ini.

Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu seperti kemajuan kerjasama dalam setahun terakhir. Retno bilang salah satu yang dibahas mengenai perkembangan Kendal Industrial Park.

Ada pula pembahasan mengenai pengembangan kawasan Bintan, Batam, dan Karimun (BBK). Kawasan tersebut akan menjadi pendukung daerah Changi di Singapura.

"Ada kerjasama yang terkait dengan pemeliharaan, perawatan, dan overhaul di kawasan BBK," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×