kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Simak Progres Pembangunan IKN hingga Akhir Desember 2024


Rabu, 15 Januari 2025 / 05:50 WIB
Simak Progres Pembangunan IKN hingga Akhir Desember 2024
ILUSTRASI. Otorita IKN mencatat progres pembangunan IKN hingga akhir Desember 2024. Di mana, progres pembangunan dengan APBN rata-rata telah mencapai 70%. KONTAN/Hendra Suhara


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melaporkan progres pembangunan IKN hingga akhir Desember 2024. Di mana, progres pembangunan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) rata-rata telah mencapai 70%.

Hal ini terlihat dari hasil perhitungan progres pembangunan tahap (batch) 1,2 dan 3 yang telah dilakukan sejauh ini.

“Pembangunan Tahap I status minggu terakhir Desember 2024, APBN PUPR batch 1: 97,2%, batch 2: 81,1%, batch 3: 32,1%,” kata Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN, Danis H. Sumadilaga saat dihubungi, Senin (13/1).

Baca Juga: Basuki Beberkan Proyek Prioritas di IKN Tahun 2025

Adapun, pada tahap satu yang progresnya telah mencapai 97,2% terdapat total 40 paket pengerjaan dengan nilai mencapai Rp 25,1 triliun. Tercatat kontrak proyek pembangunan tahap 1 sejak tahun 2020 sampai Maret 2023.

Sementara itu, pada tahap dua dengan progres mencapai 81,1% terdapat 31 paket proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 27,6 triliun, sejak April 2023 hingga November 2023.

Selanjutnya, progres pembangunan tahap tiga yang sudah mencapai 32,1% memiliki 38 paket pengerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp 36,2 triliun, yang terkontrak pada Desember 2023 hingga 2024.

“(Sementara) progres (pembangunan) non APBN PUPR 92% terdiri dari paket pekerjaan konstruksi,” tambah Danis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×