kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.888   12,00   0,07%
  • IDX 6.333   64,71   1,03%
  • KOMPAS100 829   7,01   0,85%
  • LQ45 629   3,52   0,56%
  • ISSI 220   3,07   1,42%
  • IDX30 352   0,89   0,25%
  • IDXHIDIV20 428   -0,85   -0,20%
  • IDX80 95   0,79   0,84%
  • IDXV30 118   0,38   0,32%
  • IDXQ30 112   -0,03   -0,02%

Setahun pandemi, tren permohonan PKPU terus meningkat


Selasa, 02 Maret 2021 / 18:52 WIB
ILUSTRASI. Palu persidangan.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Satu tahun sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020, tren permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga meningkat.

Mengutip data dari sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) dari 5 pengadilan niaga (PN) yakni PN Jakarta Pusat, PN Medan, PN Semarang, PN Surabaya dan PN Makassar, tren kasus PKPU tercatat meningkat.

Tercatat, pada Maret 2020 – Februari 2021, perkara PKPU sebanyak 685 perkara. Sedangkan perkara kepailitan mencapai 121 perkara.

Baca Juga: Sepanjang tahun 2020, perkara PKPU meningkat

Selain itu, pada Januari 2020 – Februari 2020 terdapat 55 perkara PKPU dan 6 perkara kepailitan. Sedangkan, pada Januari 2021 – Februari 2021 terdapat 95 perkara PKPU dan 11 perkara kepailitan.

Praktisi Hukum sekaligus Advokat dari Kantor Frans & Setiawan Law Office, Hendra Setiawan Boen mengatakan, meningkatnya perkara PKPU karena dampak pandemi covid-19 yang menyebabkan ekonomi tidak normal dan cashflow pelaku usaha yang terganggu.

Hendra menilai, tren kasus PKPU dan kepailitan ke depannya akan bergantung pada penanganan covid-19. Sebab, memburuknya ekonomi berhubungan erat dengan naiknya permohonan PKPU atau kepailitan.

“Perbaikan ekonomi dan penanganan Covid-19 berjalan beriringan dan tidak dapat terpisahkan,” ujar Hendra saat dihubungi, Selasa (2/3).

Selanjutnya: Alasan Gunung Raja Paksi ajukan permohonan pencabutan PKPU

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×