kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Selain Komoditas, Pemerintah akan Andalkan PNBP Layanan K/L untuk Tambal Subsidi


Minggu, 29 Mei 2022 / 14:27 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi subsidi energi: Warga mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan mereka di SPBU Pertamina, Kuningan, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan belum berencana penyesuaian harga energi, yaitu bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan tarif listrik untuk menjaga perekonomian domestik. Artinya, pemerintah harus siap merogoh kocek lebih dalam untuk menambah bantalan khususnya untuk subsidi energi bagi masyarakat.

Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) dan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kurnia Chairi mengatakan, selain mengandalkan kenaikan harga komoditas, pemerintah akan mengandalkan tambahan anggaran subdisi tahun ini dari PNBP layanan Kementerian/Lembaga (K/L).

Kenaikan PNBP K/L tersebut diharapkan dapat menutupi kebutuhan untuk membiayai tambahan subsidi energi, sehingga defisit APBN 2022 dapat dikendalikan.

Baca Juga: Bisa Bantu PLN & Pertamina, Penambahan Subsidi Energi Dinilai Sudah Tepat

Dia juga berharap, PNBP layanan K/L  dapat terus membaik seiring dengan adanya inovasi layanan, mulai pulihnya aktivitas masyarakat karena adanya penurunan kasus covid dan peningkatan aktivitas ekonomi.

“Mudah-mudahan dengan penurunan kasus Covid-19 (PNBP layanan K/L) akan ada peningkatan,” tutur Kurnia kepada Kontan.co.id, Minggu (29/5).

Kurnia Bilang, sumber utama tambahan subsidi terbesar akan disumbang oleh PNBP yang berasal dari Sumber Daya Alam (SDA). Menurutnya penerimaan tersebut akan melampaui target yang sudah ditentukan dalam APBN 2022.

Hal ini disebabkan adanya kenaikan harga komoditas, di antaranya seperti minyak dan gas, batubara, nikel, Crude Palm Oil (CPO).

Disamping itu, optimalisasi penerimaan PNBP juga akan terus dilakukan dengan melakukan penguatan pengawasan, join program antar instansi, perbaikan regulasi, serta pemanfaatan sistem informasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×