Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk memanfaatkan waktu menjelang puncak ibadah haji dengan mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik maupun spiritual.
Memasuki 7 Zulhijjah 1447 Hijriah atau sehari sebelum pergerakan menuju Arafah, seluruh jemaah kini memasuki tahap akhir persiapan menghadapi rangkaian Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan bahwa rangkaian Armuzna merupakan inti dari seluruh prosesi ibadah haji. Oleh karena itu, kesiapan jemaah menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar.
Maria meminta jemaah memastikan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan selama Armuzna telah dipersiapkan dengan baik. Perlengkapan tersebut mencakup dokumen identitas yang wajib selalu dibawa, obat-obatan pribadi, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, hingga kebutuhan dasar lainnya.
Baca Juga: Jemaah Haji Tertua Berusia 105 Tahun Sudah Tiba Di Makkah Arab Saudi
“Bagi Jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan bahwa obat pribadi Anda dibawa dan mudah dijangkau. Jangan menitipkan obat-obatan penting kepada orang lain,” tutur Maria dalam konferensi pers, Minggu (24/5/2026).
Menurut Maria, obat-obatan penting sebaiknya selalu berada dalam jangkauan jemaah guna mengantisipasi kebutuhan mendadak selama perjalanan maupun saat menjalankan ibadah di Armuzna.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau jemaah agar tidak membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, maupun uang tunai dalam jumlah besar selama pergerakan menuju Armuzna. Bawaan yang terlalu banyak dinilai dapat menghambat mobilitas jemaah, terutama ketika berpindah dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya.
Baca Juga: Saudia Airlines: Pemulangan Jemaah Haji RI Dimulai pada 1 Juni 2026
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Haji turut menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan ke Arafah. Jemaah diimbau untuk beristirahat cukup, makan secara teratur, memperbanyak konsumsi cairan, serta menghindari aktivitas yang terlalu menguras tenaga.
Maria menegaskan bahwa kesiapan fisik merupakan bagian penting dari ikhtiar agar jemaah dapat menjalani puncak ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. Ia berharap seluruh jemaah mampu mempersiapkan tas Armuzna dengan baik serta menjaga stamina agar dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dalam kondisi prima.
“Kesiapan fisik adalah bagian terpenting dari ikhtiar agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah dengan lancar dan khusyuk,” ujar Maria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













