kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Sebagian besar limbah sungai dari sumber domestik


Selasa, 25 Maret 2014 / 18:37 WIB
Sebagian besar limbah sungai dari sumber domestik
Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (31/10/2022). Pemerintah berupaya genjot laju ekonomi hingga 6%. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Hasil pemantauan kualitas air sungai nasional yang di lakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menemukan bahwa sebagian besar sungai di Indonesia tercemar.

Berdasarkan Kriteria Mutu Air (KMA) kelas II, 70%-75% titik pantau berada pada status tercemar berat. Saat ini ada 500 titik pantau yang tersebar di sungai seluruh Indonesia.

Tercemarnya sungai karena ditemukan total coliform dalam jumlah banyak. "Dari parameter yang dipantau terus meningkat adalah adanya  e-coli," ujar Henry Bastaman, saat media briefing di Jakarta, Selasa (25/3).

Deputi MenLH Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas KLH ini mengatakan adanya bakteri e-coli ini bersumber dari sumber domestik, seperti tinja atau sisa pemakaian sabun. "Banyak faktor yang berkontribusi dalam pencemaran, tapi memang yang paling dominan indikasinya dari limbah domestik," katanya.

Menurut Henry, perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai sumber pencemaran. Masing-masing sungai sumber limbahnya variatif. Sungai yang sumber pencemarannya berasal dari sumber domestik seperti Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, dan Sungai Musi (Palembang). Sedangkan yang pencemarannya lebih disebabkan oleh limbah non domestik, seperti Sungai Krueng (Aceh), Sungai Citarum (Jawa Barat), Sungai Fly (Papua), dan Sungai Mahakam (Kalimantan).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×