CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

SBY: Pangan tidak turun, tapi konsumsi yang naik


Rabu, 30 April 2014 / 13:36 WIB
ILUSTRASI. Tenaga medis menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis keempat atau penunjang (booster) kedua pada seorang warga lansia


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah anggapan yang menilai di bawah kepemimpinannya ketahanan pangan Indonesia memburuk. Menurut SBY pemahaman yang keliru itu diantaranya anggapan produksi pangan yang selalu menurut.

Justru kata SBY, produksi pangan selalu meningkat baik jagung, padi, gula dan daging. "Memang terkesan selalu berkurang, karena pertumbuhan konsumsi masyarakat," ujar SBY, dalam sambutannya pada acara pembukaan Musrenbangnas 2014, Rabu (30/4).

Menurutnya, permintaan yang terus meningkat tersebut sulit untuk dicegah. Sebab tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Terutama konsumsi masyarakat kelas menengah.

Untuk itu, SBY meminta kepada pemerintahan berikutnya untuk terus meningkatkan produksi pangan nasional. Hal itu untuk mengimbangi pertumbuhan konsumsi pangan.

Sementara itu, SBY mengaku memang tidak semua kebutuhan pangan produksinya tumbuh. Komoditas yang produksinya terbilang buruk adalah produksi kedelai.

Minimnya produksi kedelai dikarenakan minimnya minat petani memproduksi kedelai. Karena komoditas pangan tersebut dianggap tidak menguntungkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×