kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Salah satu korban longsor di terowongan kereta Bandara Soetta meninggal dunia


Selasa, 06 Februari 2018 / 10:16 WIB
ILUSTRASI. Evakuasi korban longsor terowongan kereta bandara


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Kejadian kecelakaan akibat tanah longsor pada Senin (5/2) pukul 17.00 di Perimeter Selatan jalur bandara Soekarno Hatta telah menimpa dua karyawan GMF atas nama Dianti Diah Ayu Cahyani Putri (karyawan tetap) dan Mukhmainna Syamsuddin (karyawan outsourcing).

Salah satu korban yaitu Putri (24) akhirnya meninggal dunia hari ini Selasa (6/2) pada pukul 06.47 WIB di Rumah Sakit Mayapada. Korban baru berhasil dievakuasi pada dini hari tadi pukul 03.00 WIB dan lamgsung dilarikan ke RSUD Tangerang, kemudian dirujuk ke RS Mayapada

VP Corporate Secretary PT GMF AeroAsia Tbk M Arif Faisal menjelaskan, keduanya adalah staf di bagian analis finansial. Korban pada saat kejadian kecelakaan baru saja pulang kantor menuju rumah mengendarai kendaraan Honda Brio A 1567 AS yang dikendarai oleh Dianti.

"Setelah diobservasi mengalami patah tulang besar dipaha, traumatic leher, nafas dan detak jantung tidak stabil. pagi ini Putri akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 06.47 WIB karena melemah kondisinya setelah 10 jam tertimbun longsor. " ungkap Arif dalam keterangan resminya, Selasa (6/2).

Jenazah korban akan disemayamkan di rumah duka di Serang, Banten. Sementara karyawan atas nama Mukhmainna berhasil dievakuasi pada pukul 07.00 tadi pagi setelah 14 jam berada di lokasi untuk dibantu evaluasi dan telah dilarikan ke RS Siloam Karawaci.

Arif mengatakan, manajemen GMF sangat menyesalkan kejadian ini dan berduka sedalam-dalamnya. Dia berjanji, manajemen GMF akan bertanggung jawab kepada kedua korban, dan akan menanggung penuh seluruh biaya perawatan dan diberikan fasilitas yang terbaik.

"Mohon doanya kepada Almh Dianti Diah Ayu Cahyani Putri semoga arwah almh diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Untuk korban kedua Mukhmainna kami juga mohon doanya agar segera diberi kesembuhan dan segra pulih kembali. " mohon Arif.

GMF juga berterimakasih kepada semua pihak masyarakat sekitar, BASARNAS, AP2, kepolisian, danrem, dan semua pihak yang membantu proses evakuasi korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×