kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sah, KEK Arun pakai lahan 2.622,48 ha


Senin, 27 Februari 2017 / 21:31 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah menetapkan Arun, Lhokseumawe, Aceh menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) baru. Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun.

Dalam PP yang ditandatangani Presiden Jokowi 17 Februari 2017, luasan KEK Arun mencapai 2.622,48 hektare. Luasan tersebut berada di dua wilayah.

Pertama, seluas 1.840,8 hektare berada di Kawasan Kilang Arun, Lhokseumawe. Kedua, seluas 582,08 hektare di Kawasan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Dan 199,6 hektare lainnya di Kawasan Jamuan Kabupaten Aceh Utara.

Darmin Nasution, Menko Perekonomian beberapa waktu lalu mengatakan, KEK Arun memiliki potensi besar. Tiga BUMN; PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pelindo bahkan sudah punya rencana investasikan dana Rp 50,5 triliun di kawasan tersebut.

Investasi tersebut akan ditanamkan dalam waktu sepuluh tahun."Itu diperkirakan sera 40.000 tenaga kerja," katanya dalam sebuah pernyataan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Imam Haryono, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian mengatakan, selain Arun, pemerintah sedang menggodog kawasan ekonomi khusus lain; Bintan. "Bintan walau sudah dipahami prinsip, tapi masih perlu kelengkapan administrasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×