kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Rupiah mata uang terburuk nomor 2 di Asia


Sabtu, 29 Agustus 2015 / 15:28 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Rupiah adalah mata uang berkinerja terburuk nomor dua di Asia. Rupiah hanya satu peringkat di atas mata uang Malaysia, Ringgit.

Direktur Sustainable Development Indonesia, Drajad Wibowo, mengatakan pelemahan rupiah memang tidak bisa dihindarkan.

Namun Drajad mengkritik kebijakan pemerintah untuk mengantisipasinya sehingga rupiah jatuh di titik terendah sejak krisis 1998.

"Ringgit ada krisis politik. Kita tidak ada krisis politik. Kenapa rupiah dihukum pasar, karena pemerintah terlena," ujar Drajad saat diskusi bertajuk 'Paket Murajarab Antilesu' di Cikini, Jakarta, Sabtu (29/8).

Menurut Drajad, pasar memandang Pemerintah menganggap seolah-oleh tidak ada persoalan ekonomi. Perilaku pemerintah itu membuat pasar meyakini Pemerintah tidak melakukan apa-apa.

"Jadi masalahnya adalah masalah kepercayaan," ujar Drajad.

Drajad pun mencontohkan sikap dan perilaku Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Drajad mengatakan Agus adalah tipe orang yang tidak mau membuang-buang uang untuk sesuatu yang tidak mungkin bisa dimenangkan.

Kata Drajad, Agus sudah memprediksi tidak akan menang melawan penurunan nilai mata uang.

"Dari sisi otoritas moneter, perilakunya sudah kebaca market. Marketnya kan bukan di Jakarta. Tapi pemain pasar di Singapura, Hongkong, dan Eropa," kata Drajad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×