Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah masih menunggu penyelesaian legal drafting penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dalam bahasa Inggris.
Menurutnya, setelah dokumen tersebut rampung, pemerintah berharap proses pengajuan ratifikasi di Uni Eropa dapat dilakukan pada Oktober 2026.
“Terkait IEU-CEPA, kita sedang menunggu selesainya legal drafting dalam Bahasa Inggris. Jadi kalau ini selesai, harapannya di bulan Oktober itu sudah bisa untuk diajukan ratifikasi di EU (Uni Eropa),” ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Upaya pemerintah mempercepat penyelesaian IEU-CEPA ini untuk memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke Eropa. Perjanjian ini juga menjadi bagian dari strategi Indonesia mengejar daya saing Vietnam yang telah lebih dulu memiliki kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.
Baca Juga: IEU-CEPA Ditargetkan November, Ekspor RI ke Eropa Diproyeksi Naik 30,7%
Pemerintah sebelumnya menargetkan IEU-CEPA dapat mulai diimplementasikan pada awal 2027. Kesepakatan ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar Eropa.
Airlangga mengatakan, Vietnam telah lebih dulu menandatangani kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa. Menurut dia, langkah tersebut menjadi salah satu keunggulan Vietnam dibandingkan Indonesia dalam mendorong ekspor.
“Satu hal lainnya yang mereka mendahului kita adalah mereka sudah menandatangani kerja sama dengan Eropa lebih dulu dari kita, EU CEPA,” kata Airlangga.
Vietnam diketahui telah memiliki EU-Vietnam Free Trade Agreement (EVFTA) yang mulai berlaku pada Agustus 2020, lebih dulu dibandingkan IEU-CEPA Indonesia yang masih dalam proses ratifikasi.
Baca Juga: Prabowo Minta IEU-CEPA Segera Rampung, Ditargetkan Berlaku Awal 2027
Percepatan IEU-CEPA menjadi semakin penting di tengah strategi Indonesia untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8%. Airlangga menyebut Indonesia perlu mempercepat hilirisasi sekaligus masuk ke industri berteknologi tinggi seperti digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI).
“Kesempatan untuk naik dari rata-rata 5%, kalau kita mau mengejar Vietnam yang bisa mencapai 9%, maka kita harus lari juga ke digitalisasi, semikonduktor, AI,” ujar Airlangga.
Dengan penyelesaian IEU-CEPA, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mengejar ketertinggalan dalam akses pasar Eropa, tetapi juga memperkuat daya saing industri dan ekspor nasional.
Baca Juga: Indonesia Siapkan Implementasi IEU-CEPA pada Januari 2027
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













