Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mempercepat penyaluran barang bersubsidi melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan sekaligus memangkas rantai distribusi.
Percepatan distribusi menjadi salah satu fokus pemerintah setelah 10.070 gerai KDKMP mulai beroperasi serentak pada 15 Oktober 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, percepatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar KDKMP dapat berperan sebagai saluran distribusi barang bersubsidi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Prabowo Sebut RI Masih Punya Ketahanan Pangan Hingga Energi Ditengah Geopolitik
“Jadi, penyaluran barang subsidi ini, seperti diarahkan Bapak Presiden, harus diimplementasikan dengan baik dan kemudian harus diakselerasi. Jadi memang kami sekarang intensif untuk mempercepat proses penyaluran barang-barang subsidi,” tutur Ferry dalam keterangan resmi Bakom RI, Rabu (21/10/2026).
Ferry menyebutkan, sejumlah gerai KDKMP yang telah ditinjau pemerintah menyediakan berbagai barang bersubsidi, antara lain minyak goreng MinyaKita, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta LPG 3 kilogram (kg).
Menurut dia, pasokan minyak goreng dan beras di gerai yang ditinjau relatif tidak menghadapi kendala.
Namun, pemerintah masih perlu mempercepat distribusi agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh barang bersubsidi melalui koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
“Minyak goreng, beras, relatif tidak ada masalah. Tapi kemudian memang kita perlu akselerasi saja,” ungkap Ferry.
Baca Juga: Bareskrim Usut Beras Fortifikasi, 90% Produk Diduga Berbahan Baku Beras Medium
Untuk mendukung percepatan tersebut, Kementerian Koperasi akan menggelar rapat koordinasi dengan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara.
Koordinasi ini diharapkan dapat memperlancar penyaluran barang bersubsidi melalui gerai KDKMP yang sudah beroperasi.
Ferry menilai, KDKMP berpotensi menjadi saluran distribusi yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurut dia, pemerintah selama ini telah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan barang bersubsidi.
Namun, panjangnya rantai distribusi dinilai dapat memengaruhi kemudahan masyarakat dalam mengakses komoditas tersebut.
“KDKMP di seluruh desa dan kelurahan nantinya akan menjadi kepanjangan tangan pemerintah dan kemudian menjadi jawaban atas kehadiran negara di lapangan untuk menggantikan para aktor nonnegara yang selama sekian puluh tahun ini menjadi kultur di masyarakat,” jelas Ferry.
Pemerintah berharap percepatan penyaluran barang bersubsidi melalui KDKMP dapat memperluas jangkauan distribusi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat peran koperasi dalam aktivitas ekonomi di desa dan kelurahan.
Baca Juga: Jauh dari Target Prabowo, Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 4,9%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














