kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ratusan orang berkerumun berharap dapat uang THR dari JK


Kamis, 01 September 2011 / 17:01 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ratusan orang tidak dikenal dari dewasa hingga anak kecil berkerumun di depan kediaman Wakil Presiden Periode 2004-2009 Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya No 6, Jakarta, Kamis (1/9/2011).

Mereka berharap mendapatkan uang THR (Tunjangan Hari Raya) dari Ketua Umum PMI itu yang sedang menggelar open house pada hari kedua lebaran 2011. "Tadi saya nonton televisi, kata pak Jusuf Kalla open house, saya pikir untuk umum, kita minta kepastian apakah boleh kita silahturahmi dengan pak Jusuf," kata salah seorang yang ikut berkerumun, Bambang (50).

Bambang mengatakan bila kehadirannya mengganggu maka dia akan meninggalkan rumah Jusuf Kalla. Namun, dia tetap berharap mendapat bantuan dari Jusuf Kalla. "Kita tunggu saja, tadi kita sudah mau masuk pukul 13.00 WIB kedalam tetapi kata pihak keamanan kita suruh tunggu, ya kita tunggu aja kepastian," ujar warga Tanah Merah itu.

Warga lainnya, Regina (40) juga menunggu bantuan dari Jusuf Kalla. Menurutnya, Jusuf Kalla merupakan orang yang berjiwa sosial. "Jadi kita tetap menunggu kepastian," imbuhnya.

Semakin sore, kerumunan orang tak dikenal itu semakin banyak. Mereka terlihat tidur dan duduk berjejer di depan rumah Jusuf Kalla. Akhirnya, anggota polisi yang sedang berpratoli membubarkan mereka karena dirasa mengganggu.

Alhasil, ratusan massa itu menggeluarkan kata-kata protes ketika diusir dari depan rumah Jusuf Kalla. "Mana Pak. Kita disuruh pulang. Makanya jangan disiarin dong sama media kalau Pak JK open house," seru salah satu warga. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×