kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Ramai Bandingkan Gen Z, Milenial, Gen X dan Boomer di Medsos, Pintu Masuk Kolaborasi


Kamis, 06 November 2025 / 14:33 WIB
Ramai Bandingkan Gen Z, Milenial, Gen X dan Boomer di Medsos, Pintu Masuk Kolaborasi
ILUSTRASI. Penumpang keluar dari stasiun LRT Dukuh Atas di Jakarta, Selasa (03/12/2024). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/03/12/2024


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Diskusi di media sosial soal generasi X, milenial, baby boomer, dan Gen Z menunjukkan bahwa setiap generasi membawa nilai dan tantangan sendiri dalam menghadapi dunia yang berubah cepat

Nah, di tengah perlambatan ekonomi global dan disrupsi teknologi, daya saing suatu bangsa tak lagi hanya ditentukan oleh investasi dan inovasi, tapi juga kemampuan lintas generasi dalam berkolaborasi.

Di Indonesia, tradisi gotong royong berpotensi menjadi kekuatan sosial yang menghubungkan para pemimpin senior dengan generasi muda yang adaptif dan digital-savvy.

Perusahaan komunikasi global, Burson menyoroti fenomena tersebut dalam laporan bertajuk Regeneration. Laporan tersebut memandang kolaborasi lintas generasi bukan sekadar tren sosial, tetapi strategi pembangunan jangka panjang.

“Indonesia menghadapi tantangan kompleks yang menuntut kolaborasi lintas sektor dan generasi,” kata Marianne Admardatine, CEO Burson Indonesia dan Head of Innovation & Creative Transformation Burson Asia-Pacifik, dalam rilis ke Kontan.co.id, Rabu (5/11). 

Regeneration menyoroti empat pilar utama yang membentuk masa depan Indonesia. Keempatnya lingkungan, ekonomi, teknologi, dan kepemimpinan.

Baca Juga: Gen Z Susah Cari Kerja? Ini Resep dari Kemenaker

Setiap generasi di Indonesia membawa karakter dan kontribusinya sendiri. Milenial dinilai paling siap mengambil peran strategis karena memiliki kreativitas dan kemampuan adaptasi tinggi. Gen Z, dengan semangat keberlanjutan dan orientasi sosial, diyakini menjadi motor perubahan di sektor digital dan lingkungan.

Namun, keberhasilan regenerasi kepemimpinan juga bergantung pada Gen X dan baby boomers, yang hingga kini masih memegang posisi penting di pemerintahan dan korporasi. Keterbukaan terhadap dialog, mentorship, dan kesediaan untuk belajar dari generasi muda menjadi kunci menciptakan ekosistem kepemimpinan yang inklusif.

“Temuan laporan ini menunjukkan, kolaborasi lintas generasi dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi. Penting membangun jembatan antara pengalaman dan inovasi," kata Harry Deje, Chief Operating Officer Burson Indonesia.

Namun, tantangan tetap ada. Perbedaan nilai kerja, cara komunikasi, serta ekspektasi antar generasi sering kali menjadi hambatan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×