kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Proyek Rio Tinto Macet di Konawe


Rabu, 15 Oktober 2008 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Casablanca, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Masa uji coba perluasan kawasan ganjil genap di DKI Jakarta berimbas pada kemacetan di sejumlah ruas jalur alternatif. ANTARA FOTO/Reno Esnir/NZ.


Reporter: Yohan Rubiyantoro

JAKARTA. Proyek Nikel Rio Tinto di Konawe hingga kini masih macet. Perusahaan tambang asal Australia ini belum berani melakukan eksplorasi karena masih ada dua kuasa pertambangan yang berada di tengah daerah mereka yang tak kunjung berproduksi. Hal tersebut disampaikan Kepala BKPM M Lutfi di sela-sela rehat sidang kabinet paripurna di Gedung Setneg, Rabu (15/10). "Investasi Rio Tinto di Konawe belum jalan," ungkapnya.

Lutfi menjelaskan, setelah dua kuasa pertambangan tersebut berproduksi barulah Rio Tinto bisa melakukan cut and field untuk memulai eksplorasi. Lutfi juga menyayangkan perusahaan tersebut yang belum melakukan eksplorasi. "Untuk cut and field saja butuh hampir 80 juta US$," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×