kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Proyek Rio Tinto Macet di Konawe


Rabu, 15 Oktober 2008 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Casablanca, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Masa uji coba perluasan kawasan ganjil genap di DKI Jakarta berimbas pada kemacetan di sejumlah ruas jalur alternatif. ANTARA FOTO/Reno Esnir/NZ.


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Proyek Nikel Rio Tinto di Konawe hingga kini masih macet. Perusahaan tambang asal Australia ini belum berani melakukan eksplorasi karena masih ada dua kuasa pertambangan yang berada di tengah daerah mereka yang tak kunjung berproduksi. Hal tersebut disampaikan Kepala BKPM M Lutfi di sela-sela rehat sidang kabinet paripurna di Gedung Setneg, Rabu (15/10). "Investasi Rio Tinto di Konawe belum jalan," ungkapnya.

Lutfi menjelaskan, setelah dua kuasa pertambangan tersebut berproduksi barulah Rio Tinto bisa melakukan cut and field untuk memulai eksplorasi. Lutfi juga menyayangkan perusahaan tersebut yang belum melakukan eksplorasi. "Untuk cut and field saja butuh hampir 80 juta US$," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×