kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Produk ekspor perkebunan kebanjiran notifikasi


Kamis, 29 November 2012 / 06:26 WIB
Produk ekspor perkebunan kebanjiran notifikasi
ILUSTRASI. Stan ban mobil Achilles produksi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). KONTAN/Daniel Prabowo/25/10/2013


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Dadan M. Ramdan

JaKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) menyatakan produk perkebunan asal Indonesia mendapatkan banyak hambatan non tarif dalam perdagangan internasional. Pemerintah beranggapan, hal tersebut merupakan dampak dari kebijakan pembatasan impor produk hortikultura di Indonesia.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kemtan, Banun Harpini, menuturkan, tahun ini, Uni Eropa sudah mengenakan 21 notifikasi terhadap produk pala asal Indonesia. "Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, hanya 10 notifikasi," ujarnya.

Sebagai info, notifikasi merupakan kesepakatan dalam perdagangan internasional berupa kewajiban untuk menyampaikan dan mengumumkan setiap tindakan dan kebijakan menyangkut perdagangan. Menurut Banun, dengan adanya notifikasi, negara penerima harus memperbaiki standar dan sertifikasi, mulai sisi produksi hingga tahapan pengiriman.

Hal seperti ini tentu menghambat arus ekspor produk perkebunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×