kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.140   15,00   0,08%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Presiden targetkan 140 juta peserta BPJS Kesehatan


Senin, 21 Oktober 2013 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Desain renovasi terminal Bandara Halim Perdanakusuma yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

SUKABUMI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menargetkan 140 juta peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada tahap awal Januari 2014 mendatang.

Selain itu, pemerintah juga berjanji akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Dengan demikian beberapa tahun ke depan diharapkan masyarakat ke rumahsakit untuk menjaga kesehatan dan bukan karena sakit.

Hal itu ditegaskan SBY saat menyampaikan pidatonya dalam acara mencanangkan gerakan nasional memiliki jaminan kesehatan melalui BPJS di Sekolah Pembentukan Perwira Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/10). 

"Terhitung mulai 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan sudah mulai beroperasi secara bertahap di mana ditargetkan 140 juta peserta pada tahap awal," tutur SBY.

Rincian target tersebut adalah kepesertaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebanyak 86,4 juta jiwa, jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) 11 juta jiwa, Peserta asuransi kesehatan (Askes) sebanyak  16 juta, Jamsostek 7 juta dan 1,2 juta TNI/Polri. SBY berharap pada 1 Januari 2019 seluruh masyarakat Indonesia sudah akan mendapat BPJS.

Dalam penjelasannya, Presiden membeberkan bahwa salah satu agenda prioritas agenda pembangunan nasional adalah pembangunan sektor kesehatan. Ke depan, nantinya seluruh masyarakat sampai pedalaman mendapat pelayanan kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×