kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Presiden minta pers sorot capres dan caleg 2014


Senin, 06 Februari 2012 / 14:44 WIB
ILUSTRASI. Hasil pertandingan Leipzig vs Liverpool: Menang tandang, The Reds berhasil bangkit


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Test Test

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada pers untuk mulai menyoroti pemilihan umum tahun 2014. Terutama pada wacana calon-calon presiden.

"Presiden meminta agar pers mulai memperhatikan pemilu legislatif 2014. Menganjurkan agar pers mulai mendiskusikan hal-hal ini dan memberikan forum kepada mereka yang potensial untuk memimpin bangsa ke depan," ujar Ketua Dewan Pers, Bagir Manan seusai bertemu dengan Presiden SBY di kantor Presiden, Senin (6/2).

Ini lantaran pers mempunyai peran penting menjadi media bagi rakyat untuk melaksanakan dan mewujudkan hak rakyat untuk tahu. "Pers bisa mengejawantahkan hal tersebut," imbuhnya.

Bagir menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan figur calon pemimpin bangsa baik nantinya di tingkat legislatif maupun eksekutif membutuhkan popularitas. Pers menjadi media yang paling efektif untuk meningkatkan popularitas tersebut.

Lebih lanjut, pers pun punya peran khususnya lain yakni mengiringi dan mengontrol jalannya pembangunan demokrasi. Menghindari terjadinya praktek-praktek kecurangan dalam pemilihan umum. "Hal yang mengkhawatirkan misalnya pemilukada disertai dengan praktek yang tidak sehat seperti money politics. Pembangunan demokrasi tidak dapat berkembang dengan baik," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×