kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Presiden Jokowi minta roadmap hilirisasi batubara dipercepat


Jumat, 23 Oktober 2020 / 10:20 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta percepatan pembuatan peta jalan alias roadmap industri batubara. Salah satunya adalah untuk mendorong hilirisasi batubara. 

Peta jalan tersebut juga memuat kebutuhan dalam hilirisasi tersebut termasuk kebutuhan teknologi yang ramah lingkungan.

"Tentukan strategi, tentukan produk hilir yang ingin kita kembangkan sehingga jelas arah mana yang akan kita tuju," ujar Jokowi dalam pengantar rapat terbatas secara virtual di Istana Bogor, Jumat (23/10).

Beberapa pilihan dalam produk hilir tersebut disampaikan oleh Jokowi. Antara lain adalah produksi batubara menjadi produk gas dan petrokimia. Hilirisasi batubara juga nantinya akan berdampak pada pengurangan impor Indonesia.

Baca Juga: Indonesia president orders ministers to target lower exports of raw coal

Jokowi juga meminta penetapan kawasan pengembangan hilirisasi batubara. Nantinya kawasan yang ditetapkan harus memiliki kecukupan pasokan.

"Kawasan yang akan dikembangkan menjadi hilirisasi industri batubara di mana saja sehingga jelas arah kita ini seperti apa," terang Jokowi.

Upaya mengembangkan industri hilir batubara diharapkan juga akan menambah nilai tambah dari produk tersebut. Sehingga ke depan Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah.

Selanjutnya: Petakan potensi EBT, Erick Thohir: Beberapa daerah punya kapasitas berlebih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×