kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Presiden inginkan dirut BUMN yang mumpuni


Rabu, 15 Maret 2017 / 19:21 WIB
Presiden inginkan dirut BUMN yang mumpuni


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Posisi dua direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Pertamina, segera berganti.

Yang teranyar, Rabu (15/3), Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI mengangkat Suprajarto sebagai dirut baru menggantikan Asmawi Syam yang habis masa jabatannya.

Sementara, untuk Pertamina, rencananya, RUPS akan dilakukan Kamis (16/3).

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi mengatakan, dalam pergantian tersebut, intinya Jokowi ingin dirut baru nantinya mempunyai integritas dan mumpuni dalam memimpin BUMN.

Untuk memastikan itu, Johan bilang, Jokowi selalu meminta masukan dari berbagai pihak. "Beliau punya banyak telinga yang beri masukan, baik menteri BUMN atau menteri yang lain, karena mengkaji masukan itulah untuk pergantian yang Pertamina kemarin sempat diundur," katanya di Komplek Istana, Rabu (15/3).

Selain masukan dari menteri, kata Johan, untuk menentukan dirut BUMN yang akan ditunjuk, Jokowi juga menjaring masukan dari KPK dan PPATK. "Secara informal saya rasa itu dilakukan oleh beliau, tidak resmi dengan surat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×