kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.018   35,00   0,19%
  • IDX 6.181   -15,85   -0,26%
  • KOMPAS100 807   -4,52   -0,56%
  • LQ45 612   -3,06   -0,50%
  • ISSI 214   -0,27   -0,13%
  • IDX30 344   -1,73   -0,50%
  • IDXHIDIV20 426   -2,74   -0,64%
  • IDX80 92   -0,50   -0,54%
  • IDXV30 116   -0,57   -0,49%
  • IDXQ30 110   -0,76   -0,68%

Presiden cemas terhadap sanksi FIFA


Kamis, 13 Desember 2012 / 10:50 WIB
Film Aquaman 2 akhirnya tunjukkan kostum terbaru Jason Momoa, tayang Desember 2022.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Sanksi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) terhadap persepakbolaan nasional sudah di depan mata. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mencemaskan hal itu.

Kecemasan presiden itu disampaikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono selaku Pelaksana Tugas Menteri Pemuda dan Olahraga, Kamis (13/12). Agung mengatakan, presiden kemungkinan sanksi FIFA terhadap PSSI itu. "Pak SBY menanyakan yang paling buruk gimana, Pak? Saya katakan, 'Ya dipecat'," ujarnya.

Agung mengaku selalu melaporkan upaya-upaya pemerintah untuk menghindari sanksi FIFA itu. "Pesan beliau, masyarakat jangan sampai tidak mengetahui bahwa Pemerintah telah berusaha menyelesaikan kemelut di PSSI," jelasnya.

Pemerintah berharap FIFA tidak benar-benar memberikan sanksi terhadap persepakbolaan Indonesia. Agung mengaku terus berupaya meski sifatnya terbatas lantaran tidak boleh mengintervensi terhadap federasi sepakbola.

Pemerintah sendiri telah membentuk task force yang berupaya mempertemukan dua pihak yang memicu kisruh di tubuh PSSI. Sebagai informasi, sanksi kepada PSSI diperkirakan akan jatuh pada 14 Desember mendatang saat dilaksanakan rapat Komite Eksekutif FIFA.

Sebelumnya, FIFA telah memberi tenggat waktu sampai 10 Desember 2012 kepada PSSI dan KPSI untuk mengakhiri perbedaan dan melebur kembali jadi satu, namun yang terjadi justru PSSI menyelenggarakan kongres sendiri di Palangkaraya dan KPSI juga menggelar kongres di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×