kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Prabowo Janjikan RI Tidak Impor BBM 2-3 Tahun Lagi, Padahal Volume Impor Terus Naik


Jumat, 10 April 2026 / 05:00 WIB
Prabowo Janjikan RI Tidak Impor BBM 2-3 Tahun Lagi, Padahal Volume Impor Terus Naik
ILUSTRASI. Prabowo Janjikan RI Tidak Impor BBM 2-3 Tahun Lagi, Padahal Volume Impor Terus Naik


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah Indonesia menjanjikan tak lagi impor bahan bakar minyak (BBM) pada dua atau tiga tahun mendatang. Namun janji muluk ini tidak sinkron dengan fakta sejarah bahwa impor BBM semakin besar dari tahun ke tahun.

Diberitakan Kompas.com, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu menghentikan impor BBM dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Target ambisius ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

“Mungkin kita dua, tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Tonton: Nelayan Lombok Temukan Drone Torpedo Diduga Milik China! Ancaman di Jalur Strategis RI?

Strategi Stop Impor BBM

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui program elektrifikasi besar-besaran.

Prabowo mengungkapkan, pemerintah menargetkan elektrifikasi sebesar 100 gigawatt yang akan rampung dalam dua tahun ke depan. Program ini mencakup penghentian operasional 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN.

Penutupan PLTD ini dinilai signifikan karena mampu menghemat konsumsi solar hingga 200.000 barel per hari.

Saat ini, Indonesia masih mengimpor BBM sekitar satu juta barel per hari. Dengan pengurangan tersebut, ketergantungan impor berpotensi ditekan hingga 20 persen.

Baca Juga: Pemerintah Tetap Optimistis pada Ekonomi RI Meski Proyeksi Pertumbuhan Dipangkas

Dorong Kendaraan Listrik dan Energi Terbarukan

Selain itu, pemerintah juga mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi nasional.

Langkah lain yang ditempuh meliputi pemanfaatan energi terbarukan, seperti pengolahan kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi bahan bakar avtur.

Pemerintah juga akan mengalokasikan investasi besar untuk pembangunan fasilitas pengolahan atau refinery guna memperkuat ketahanan energi dalam negeri.

“Kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo.

Perkuat Industri Dalam Negeri

Peresmian pabrik kendaraan listrik VKTR di Magelang menjadi bagian dari strategi hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Pemerintah menargetkan kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 10.000 unit bus listrik per tahun. Selain itu, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga terus didorong hingga mencapai 80 persen.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri otomotif nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

Tonton: IHSG Tersenyum Tipis Hari Ini, 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi 09 April 2026.

Impor BBM Semakin Besar

Target menghentikan impor BBM dalam 2-3 tahun menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi. Dukungan elektrifikasi, energi terbarukan, serta kendaraan listrik menjadi kunci utama keberhasilan strategi ini.

Namun data sejarah berkata lain. Selama ini Indonesia adalah negara yang sudah ketergantungan dengan BBM impor. Bahkan, besarnya impor BBM menyebabkan neraca dagang minyak dan gas (migas) defisit. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat ketergantungan impor BBM khususnya bensin mencapai sekitar 60,18% pada 2025. Volume impor hasil minyak (BBM) pada tahun 2025 mencapai 37,75 juta ton, sementara minyak mentah 17,58 juta ton.

Volume impor BBM tersebut merupakan yang tertinggi, setidaknya sejak tahun 2010. Pada tahun 2024, impor BBM mencapai 36,88 juta ton dan tahun 2023 sebanyak 34,3 juta ton. 


 

Rusia & China Blokir Aksi Militer di Selat Hormuz! Resolusi PBB Gagal Total

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×