kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.006,96   -3,72   -0.37%
  • EMAS953.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

PMN untuk Garuda Indonesia Akan Cair Jika Syarat Ini Terpenuhi


Kamis, 22 September 2022 / 18:59 WIB
PMN untuk Garuda Indonesia Akan Cair Jika Syarat Ini Terpenuhi
ILUSTRASI. Pemerintah mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) kepada Garuda Indonesia (GIAA) sebesar Rp 7,5 triliun.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta restu kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk memberikan tambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebesar Rp 7,5 triliun.

Tambahan PMN tersebut akan dialokasikan melalui cadangan pembiayaan investasi yang ditetapkan sebesar Rp 21,48 triliun dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) 2022.

"Kami mengusulkan Garuda Indonesia untuk mendapatkan dari cadangan pembiayaan PMN sebesar Rp 7,5 triliun. Ini yang belum dilakukan pendalaman," ujar Sri Mulyani saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (22/9).

Baca Juga: Dirut Garuda Indonesia Beberkan Rencana Penggunaan PMN

Sri Mulyani mengatakan, pemberian PMN yang sebesar Rp 7,5 triliun tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan maintenance, restorasi, maintenance reserve serta modal kerja bagi Garuda Indonesia. PMN tersebut akan diberikan melalui skema rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Selain itu, kata Sri Mulyani, suntikan PMN tersebut akan diberikan sesudah terjadi kesepakatan perdamaian dengan kreditur yang sudah disahkan melalui keputusan homologasi.

"Jadi PMN masuk sesudah neracanya Garuda Indonesia relatif sudah manageable dan negoisasi dengan kreditur sudah dilakukan serta sudah disahkan dalam putusan homologasi dan juga ada rencana untuk melakukan rights issue," katanya.

Oleh karena itu, Sri Mulyani meminta kepada Komisi XI DPR untuk memberikan kepastian mengenai PMN Garuda Indonesia sebesar Rp 7,5 triliun. Mengingat, adanya putusan homologasi dan ditambah adanya rencana penyehatan Garuda Indonesia, maka PMN akan bisa segera dicairkan.

"Kami berharap karena DPR juga akan reses dan ini bisa diputuskan sebelum reses sehingga Garuda Indonesia bisa melakukan optimalisasi dari seluruh tahap-tahap penyehatan ini, baik dari sisi restructuring, kreditur maupun PMN yang dimasukkan dan rights issue yang akan disampaikan," katanya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan pemegang saham yang lain termasuk dengan kreditur yang akan dikonversi sahamnya menjadi ekuitas. Sehingga komposisi shareholder akan berubah dengan tujuan agar Garuda Indonesia menjadi lebih baik.

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Restu DPR untuk Tambah PMN ke Garuda Indonesia Rp 7,5 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×