Sumber: The Jakarta Post | Editor: Hendra Gunawan
TANGERANG. Pascapenutupan pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta, depan gerbang tersebut berubah menjadi pelataran parkiran motor. Ratusan motor terlihat berderet memenuhi pelataran tersebut.
Pantauan Kompas.com, Senin (24/11), para juru parkir kelihatan kewalahan mengatur motor-motor yang terparkir agar tempat tersebut dapat menampung motor lebih banyak lagi. Menurut ketua juru parkir di lokasi tersebut, Baharudin (51), parkiran itu dibuat sebagai pengganti dari berkurangnya omset tukang ojek imbas dari penutupan gerbang M1 bandara.
"Jadi itu kalo bisa di bilang obat sakit perutlah karena kan penghasilan kami (paguyuban ojek M1) berkurang drastis semenjak penutupan gerbang M1. Maka itu, sebagian tukang ojek di-rolling untuk menjadi juru parkir," terangnya.
Pembagian jam kerja dibagi 3 shift, yakni pagi, siang dan sore. Ada 18 tukang ojek yang menjadi juru parkir di tempat itu. "Jadi semua itu tukang ojek M1. Kerjanya kita rolling gantian, lumayanlah buat nutupin penghasilan mereka yang berkurang," jelasnya.
Menurut Baharudin, parkiran ini memang tidak resmi dan tidak mendapat izin dari pihak Angkasa Pura. Akan tetapi, dirinya dan tukang ojek lain mengaku tidak ada pilihan lain karena hal ini satu-satunya cara untuk menutupi penghasilan yang berkurang.
Rata-rata yang memarkirkan kendaraanya di parkiran tersebut ialah karyawan Bandara Soekarno-Hatta yang tidak mau memutar lewat Parimeter Selatan. Parkiran itu biasanya penuh sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 17.00.
Menurut Udin, tukang parkir setempat, dalam sehari bisa ada 600 motor yang terparkir di tempat tersebut. Penghasilannya dibagi 18 orang juru parkir.
Untuk memarkirkan motor di tempat tersebut, setiap pengendara motor ditarik bayaran Rp 5.000. Juru parkir bertugas mencatat pelat nomor kendaraan. Jika kendaraan mau keluar, pengendara harus menunjukkan STNK motor tersebut.
Menurut Yudis Tiawan, Manajer Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II, parkiran motor depan M1 memang belum mendapatkan izin "Belum, belum ada izinnya akan tetapi kita sadar ada kebutuhan akan area penitipan motor bagi para karyawan yg lokasinya berada dekat pintu M1, kami mengerti itu," jelasnya.
Akan tetapi, lanjut dia, area yang dimanfaatkan menjadi pelataran parkiran bukanlah area komersial. Selanjutnya, pihak Angkasa Pura akan mengurus hal tersebut pada waktunya. (Desy Selviany)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News