CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.031,93   22,42   2.22%
  • EMAS986.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.57%
  • RD.CAMPURAN -0.12%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Pesan serius, Indonesia harus bersiap hadapi gelombang tiga Covid-19 4 bulan ke depan


Senin, 15 November 2021 / 09:22 WIB
Pesan serius, Indonesia harus bersiap hadapi gelombang tiga Covid-19 4 bulan ke depan
ILUSTRASI. Meski tingkat vaksinasi di Tanah Air sudah tergolong tinggi, upaya pencegahan gelombang ketiga Covid-19 tetap harus dipersiapkan sedini mungkin. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha


Sumber: Kompas TV | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, dunia dihadapkan pada  potensi ancaman gelombang ketiga pandemi Covid-19. Beberapa negara Eropa bahkan telah mengalaminya. Indonesia diminta untuk waspada.

Meski tingkat vaksinasi di Tanah Air sudah tergolong tinggi, upaya pencegahan gelombang ketiga Covid-19 tetap harus dipersiapkan sedini mungkin.

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menyampaikan, setiap lonjakan kasus Covid-19 di Eropa hari ini ternyata akan berdampak terhadap Indonesia pada dua hingga tiga bulan ke depan.

"Ini pesan serius. Ketika satu negara memiliki (tingkat) vaksinasi tinggi, tidak serta-merta dapat menghilangkan adanya ledakan baru (gelombang ketiga Covid-19)," kata Dicky dalam keterangannya, Minggu (14/11/2021).

Dicky menyebutkan, hingga saat ini, cakupan vaksinasi Covid-19 di Eropa sudah mencapai angka 60 persen.

Baca Juga: Unduh sertifikat vaksin lewat WhatsApp, bagaimana caranya?

Namun, beberapa negara seperti Jerman dan Belanda kini tengah dilanda kenaikan kasus Covid-19 yang berujung penerapan lockdown atau karantina wilayah.

Padahal, tingkat vaksinasi di kedua negara itu terhitung tinggi, dan sebanyak 10 hingga 25 persen kasus Covid-19 saat ini berasal dari warganya yang sudah divaksin.

"(Berarti) adanya penurunan proteksi diri bagi mereka yang sudah divaksin, memiliki peran dalam ledakan kasus. Bukan hanya kelompok yang belum divaksin," terang Dicky.

Oleh sebab itu, Dicky mengimbau kepada pemerintah Indonesia agar senantiasa waspada terhadap setiap kedatangan dari luar negeri.

Selain itu, untuk perjalanan dalam negeri, pemerintah juga diharapkan dapat terus memperketat penerapan aturan 5M dan 3T demi mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kasus Covid-19 melandai, Direktur Vale ini tetap disiplin protokol kesehatan

5M itu meliputi mencuci tangan, memakasi masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sedangkan 3T adalah upaya testing, tracing, dan tracking.

"Ini pembelajaran dari Eropa, tiga sampai empat bulan (ke depan) kita harus siap (terhadap potensi gelombang ketiga Covid-19)," ujar Dicky.

"Dari sekarang kita harus mencoba untuk menghindarinya dengan percepatan vaksinasi dan penerapan 5M secara tepat," pungkasnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.tv, berjudul: Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Epidemiolog: Setelah Eropa Biasanya Indonesia

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Hariyanto Kurniawan

 

Selanjutnya: Per 14 November: Kasus Corona RI tembus 4.250.855, tetap pakai masker

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×