kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.106   -83,00   -0,46%
  • IDX 5.027   107,24   2,18%
  • KOMPAS100 648   16,37   2,59%
  • LQ45 514   13,22   2,64%
  • ISSI 166   2,58   1,58%
  • IDX30 289   6,60   2,33%
  • IDXHIDIV20 389   6,93   1,81%
  • IDX80 75   1,86   2,54%
  • IDXV30 108   1,51   1,42%
  • IDXQ30 97   2,22   2,33%

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 5,47% Ditopang Industri Pengolahan hingga Konstruksi


Kamis, 05 November 2026 / 12:56 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 5,47% Ditopang Industri Pengolahan hingga Konstruksi
ILUSTRASI. Proyek konstruksi di Jakarta, (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III 2026 sebesar 5,47% secara tahunan (yoy) lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 5,29% yoy, dan lebih tinggi dari kuartal III 2025 sebesar 5,04% yoy. 

Dari sisi lapangan usaha, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 ditopang industri pengolahan sebagai kontribusi terbesar dengan mencapai 1,20% PDB.

"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan III 2026, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu 1,20%. Jadi, dari pertumbuhan ekonomi 5,47%, sebanyak 1,20 poin persentasenya berasal dari industri pengolahan," ujar Edy dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Laju Ekonomi Kuartal III Diramal Melambat

Selain industri pengolahan, lapangan usaha lainnya yang berkontribusi besar terhadap PDB yakni sektor perdagangan, memberikan sumber pertumbuhan 0,94%, diikuti konstruksi 0,62%, serta sektor informasi dan komunikasi 0,49%.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan, pertumbuhan industri pengolahan didorong peningkatan permintaan domestik maupun luar negeri.

Salah satu penopangnya adalah industri makanan dan minuman yang tumbuh sekitar 7,09%.

Pertumbuhan ini terutama didukung peningkatan ekspor crude palm kernel oil (CPKO) dan produk turunan crude palm oil (CPO), serta pemanfaatan CPO di dalam negeri untuk produksi biodiesel.

Selain itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,10%. Kinerja sektor ini didorong peningkatan produksi fatty acid methyl ester (FAME) seiring penerapan mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026, serta peningkatan produksi pupuk.

Industri logam dasar juga mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 9,94%. Kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan ekspor logam dasar bukan besi dan baja, seperti katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium.

Baca Juga: Belanja Pemerintah & Investasi Lambat, Ekonomi Kuartal III Diprediksi Tumbuh 5,23%

Sementara itu, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh seiring peningkatan aktivitas perdagangan.

Pertumbuhan sektor perdagangan didukung peningkatan penjualan kendaraan bermotor, terutama kendaraan niaga dan kendaraan listrik. Selain itu, pasokan barang domestik, khususnya produk industri pengolahan, serta barang impor juga meningkat.

Adapun lapangan usaha konstruksi tumbuh didorong pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah maupun swasta. Kinerja sektor ini juga didukung peningkatan belanja modal pemerintah melalui APBN dan penyaluran kredit konstruksi dari sejumlah program prioritas pemerintah.

"Peningkatan belanja modal pemerintah, APBN, dan kredit kontruksi serta program prioritas seperti program KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), perumahan rakyat, sekolah garuda, serta revitalisasi sekolah," ujar Efy 

Baca Juga: Jelang Rilis Data BPS, INDEF Proyeksi Ekonomi Kuartal III 2026 Hanya Tumbuh 5%

Di sisi lain, lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh sejalan dengan peningkatan aktivitas telekomunikasi.

"Ini seiring dengan peningkatan trafik data, penggunaan layanan data center, peningkatan transaksi perdagangan melalui sistem elektronik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×