kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pertamina tolak revaluasi aset


Senin, 21 Desember 2015 / 17:54 WIB
Pertamina tolak revaluasi aset


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan salah satu perusahaan milik negara besar, PT Pertamina belum mau memanfaatkan fasilitas pengurangan pajak penghasilan (PPh) yang timbul atas revaluasi aset.

Padahal, perusahaan pelat merah tersebut merupakan penyumbang penerimaan pajak terbesar jika memanfaatkan fasilitas itu.

"Pertamina itu yang tidak mau revaluasi," kata Rini di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (21/12).

Berdasarkan laporan keuangan PT Pertamina pada semester pertama 2015, jumlah aset tetap perusahaan tersebut senilai US$ 9.968,57 juta, naik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$ 9.968,25 juta.

Namun, Rini tidak menyebutkan perkiraan besaran aset PT Pertamina jika dilakukan penilaian nantinya,

Di sisi lain lanjut Rini, pemerintah juga mendorong perusahaan lainnya untuk melakukan revaluasi asetnya pada tahun ini, salah satunya memang BUMN perbankan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong BUMN asuransi untuk melakukan revaluasi asetnya pada tahun ini.

"PT PLN dan PT Kereta Api Indonesia juga. Banyak sih, cukup banyak," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×