kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Perminas Bakal Garap Proyek Pengelolaan Tanah Jarang Bareng India


Rabu, 08 Juli 2026 / 10:50 WIB
Perminas Bakal Garap Proyek Pengelolaan Tanah Jarang Bareng India
ILUSTRASI. Mineral logam tanah jarang atau rare earth (Wikipedia/USDA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT perusahaan Mineral Nasional (Perminas) mendapatkan proyek baru yang akan bekerja sama dengan perusahaan asal India Midwest Limited dan juga Non-Ferrous Materials Technology Development Centre. 

Kerja sama strategis ini resmi ditandatangani dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Prabowo Sebut Narendra Modi Sahabat, Hubungan RI-India Kian Erat

Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengatakan BUMN baru ini akan menggarap proyek tambang tanah jarang dan membangun industri magnet bersama dua perusahaan asal India tersebut. 

"Sehingga kita berharap kita juga bisa membangun industri magnet maupun pemurnian rare earth dan pekerja sama dengan India," kata Brian di Istana Kepresidenan, Selasa (7/7/2026). 

Brian menyebut kerja sama ini melingkupi pertukaran teknologi untuk hilirisasi dan pemurnian tanah jarang. 

"Jadi India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth dan mereka juga menawarkan teknologi untuk pembangunan industri magnet. Nah ini kita sedang jajaki seperti apa," terang Brian. 

Selain itu, kerja sama ini nantinya akan berlanjut dengan pembangunan pabrik bersama di Indonesia. Meski begitu, Brian menegaskan bahwa segala bentuk kerja sama masih tahap pembicaraan antara kedua nagara. 

Baca Juga: Cadangan Devisa Naik Tipis, BI Masih Hadapi Tantangan Jaga Stabilitas Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×