kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pengusaha berharap ada efek positif dari Pemilu


Senin, 07 April 2014 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A worker displays nickel ore in a ferronickel smelter owned by state miner Aneka Tambang Tbk at Pomala district, Indonesia, March 30, 2011. REUTERS/Yusuf Ahmad/File Photo


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Seluruh masyarakat memiliki harapan baru dengan gelaran Pemilu 2014. Tak terkecuali bagi para pengusaha di industri kelautan dan perikanan.

Siswaryudi Heru, Wakil Ketua Komite Tetap Industri Penangkapan Hasil Laut, mengatakan, pemerintahan mendatang harus memberikan kepastian hukum agar iklim dunia usaha menjadi jelas.

"Kadang peraturan di pusat dan daerah implementasinya jadi berbeda," kata Siswaryudi di kantornya, Senin (7/4).

Akibatnya, lanjut dia, hal itu membuat pengusaha yang mau berinvestasi menjadi bingung karena peraturan yang kerap berubah-ubah tergantung Pemda setempat.

Yugi Prayanto, Wakil ketua umum kadin bidang perikanan dan kelautan, menimpali, para calon legislatif yang nantinya terpilih pada pemilu tahun ini, harus mengimplementasikan aksinya sesuai dengan janjinya semasa kampanye.

"Kalau janjinya segini, ya harus ditepatin segini juga," kata Yugi.

Dia member contoh soal peraturan di bidang perikanan. Saat ini, kata dia, peraturan yang ada tidak terlalu pro terhadap sektor industri perikanan.

Memang, kata Yugi, pemerintah mungkin sudah berusaha optimal. Namun, kendala yang ada tak hanya di pemerintah, banyak pihak yang terlibat dalam pembentukan peraturan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×