kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.938   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.896   -40,17   -0,68%
  • KOMPAS100 760   -5,06   -0,66%
  • LQ45 586   -4,48   -0,76%
  • ISSI 204   -1,84   -0,89%
  • IDX30 327   -3,05   -0,93%
  • IDXHIDIV20 420   -2,50   -0,59%
  • IDX80 87   -0,59   -0,68%
  • IDXV30 115   -0,42   -0,36%
  • IDXQ30 107   -1,03   -0,95%

Pengamat: Perlu upaya ekstra untuk tingkatkan penerimaan pajak


Rabu, 20 Maret 2019 / 18:10 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rendahnya pertumbuhan penerimaan pajak di awal tahun 2019 menjadi peringatakan bagi pemerintah untuk meningkatkan basis pembayar pajak. Untuk itu, perlu kerja ekstra untuk bisa mendorong kenaikan penerimaan pajak.

Pengamat pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, alasan pemerintah bahwa percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) yang berdampak pada perlambatan penerimaan pajak di awal tahun ini tidak bisa menjadi pembenaran.

"Artinya kalau ada penurunan sudah bisa mereka prediksi," jelas Yustinus Prastowo saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (19/3).

Dia melihat perlambatan penerimaan pajak karena pemerintah belum melakukan ekstensifikasi secara maksimal. Sehingga penambahan pengusaha kena pajak baru belum ideal.

Ia bilang, pemerintah perlu melakukan extra effort untuk menambah pengusaha kena pajak baru serta memperketat pengawasan pengusaha kena pajak yang sudah ada. "Nah, apakah bisa diperluas sektor yang dipungut di awal jadi tidak setiap siklus di pungut," jelas dia.

Selain itu, perlu pemanfaatan data automatic exchange of information (AEoI) dan tax amnesty. Sehingga nominal riil sudah bisa diterima tahun ini dan bisa mendongkrak penerimaan pajak tahun ini.

Yustinus juga melihat pemerintah perlu waspada dengan tren penerimaan yang melambat di dua bulan awal ini. Apalagi pertumbuhannya jauh melambat bila dibanding tahun lalu. Meskipun, tren sebenarnya baru bisa dilihat setelah tiga bulan berjalan pada periode yang sama.

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat penerimaan pajak Februari 2019 sebesar Rp 160,85 triliun atau setara 10,20% dari target yang ditetapkan Rp 1.577,56 triliun. Februari tahun lalu penerimaan pajak tercatat Rp 153,7 triliun.

Itu saja terhitung tumbuh 13,7% dari tahun sebelumnya. Sedangkan Februari ini, penerimaan pajak hanya tumbuh 4,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×