kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026


Rabu, 04 Februari 2026 / 15:50 WIB
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026
ILUSTRASI. Bea Cukai gagalkan penyelundupan rotan ke Tiongkok (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penerimaan kepabeanan dan cukai pada awal tahun anjlok.

Purbaya bilang, realisasi dari pos tersebut hanya berhasil terkumpul Rp 22,6 triliun atau anjlok 14% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Realisasi ini hanya setara 6,7% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun.

"Penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi sebesar 14%," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Kebijakan Danantara: Pelni hingga Pertamina Wajib Order Kapal ke PT PAL!

Purbaya menjelaskan, penurunan ini dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif 0% sebesar 29% serta turunnya harga crude palm oil (CPO) dari US$ 1.059 per metric ton (MT) menjadi US$ 916 per MT.

Sebaliknya, penerimaan pajak justru mengalami lonjakan yang cukup tajam, yakni sebesar 30,8% atau tercatat Rp 116,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×