kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.986   73,00   0,41%
  • IDX 5.646   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 728   0,09   0,01%
  • LQ45 554   1,20   0,22%
  • ISSI 196   -0,61   -0,31%
  • IDX30 315   0,28   0,09%
  • IDXHIDIV20 389   0,00   0,00%
  • IDX80 83   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 106   -0,55   -0,51%
  • IDXQ30 102   0,18   0,18%

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026


Rabu, 04 Februari 2026 / 15:50 WIB
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026
ILUSTRASI. Bea Cukai gagalkan penyelundupan rotan ke Tiongkok (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penerimaan kepabeanan dan cukai pada awal tahun anjlok.

Purbaya bilang, realisasi dari pos tersebut hanya berhasil terkumpul Rp 22,6 triliun atau anjlok 14% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Realisasi ini hanya setara 6,7% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun.

"Penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi sebesar 14%," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Kebijakan Danantara: Pelni hingga Pertamina Wajib Order Kapal ke PT PAL!

Purbaya menjelaskan, penurunan ini dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif 0% sebesar 29% serta turunnya harga crude palm oil (CPO) dari US$ 1.059 per metric ton (MT) menjadi US$ 916 per MT.

Sebaliknya, penerimaan pajak justru mengalami lonjakan yang cukup tajam, yakni sebesar 30,8% atau tercatat Rp 116,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×