kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026


Rabu, 04 Februari 2026 / 15:50 WIB
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026
ILUSTRASI. Bea Cukai gagalkan penyelundupan rotan ke Tiongkok (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penerimaan kepabeanan dan cukai pada awal tahun anjlok.

Purbaya bilang, realisasi dari pos tersebut hanya berhasil terkumpul Rp 22,6 triliun atau anjlok 14% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Realisasi ini hanya setara 6,7% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun.

"Penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi sebesar 14%," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Kebijakan Danantara: Pelni hingga Pertamina Wajib Order Kapal ke PT PAL!

Purbaya menjelaskan, penurunan ini dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif 0% sebesar 29% serta turunnya harga crude palm oil (CPO) dari US$ 1.059 per metric ton (MT) menjadi US$ 916 per MT.

Sebaliknya, penerimaan pajak justru mengalami lonjakan yang cukup tajam, yakni sebesar 30,8% atau tercatat Rp 116,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×