kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 18.016   -14,00   -0,08%
  • IDX 5.831   84,07   1,46%
  • KOMPAS100 769   9,81   1,29%
  • LQ45 577   8,03   1,41%
  • ISSI 200   2,97   1,51%
  • IDX30 328   5,14   1,59%
  • IDXHIDIV20 402   4,26   1,07%
  • IDX80 87   0,90   1,04%
  • IDXV30 109   0,87   0,80%
  • IDXQ30 105   0,87   0,84%

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026


Rabu, 04 Februari 2026 / 15:50 WIB
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Anjlok 14% di Januari 2026
ILUSTRASI. Bea Cukai gagalkan penyelundupan rotan ke Tiongkok (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penerimaan kepabeanan dan cukai pada awal tahun anjlok.

Purbaya bilang, realisasi dari pos tersebut hanya berhasil terkumpul Rp 22,6 triliun atau anjlok 14% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Realisasi ini hanya setara 6,7% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun.

"Penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi sebesar 14%," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Kebijakan Danantara: Pelni hingga Pertamina Wajib Order Kapal ke PT PAL!

Purbaya menjelaskan, penurunan ini dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif 0% sebesar 29% serta turunnya harga crude palm oil (CPO) dari US$ 1.059 per metric ton (MT) menjadi US$ 916 per MT.

Sebaliknya, penerimaan pajak justru mengalami lonjakan yang cukup tajam, yakni sebesar 30,8% atau tercatat Rp 116,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×