kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah Ubah Raskin Menjadi Rasmas


Jumat, 27 Februari 2009 / 12:30 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Djumyati Partawidjaja | Editor: Djumyati P.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan mengubah istilah beras miskin (raskin) menjadi beras masyarakat (rasmas). Pasalnya, 18,5 juta RTS yang menerima raskin tahun ini mencapai 1,8 kali lebih besar dari total jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan. "Artinya, program raskin ini melayani masyarakat yang jumlahnya 80% lebih besar dari penduduk miskin. Tidak hanya penduduk miskin yang memperoleh raskin," ucap Menkokesra Aburizal Bakrie, Jumat (27/2)

Ical juga menegaskan bahwa dalam penyaluran raskin, para kepala daerah dilarang menentukan penerima raskin. Sebab, pemerintah pusat melalui BPS telah mengantongi RTS. Data tersebut sudah lengkap berisi nama dan alamat penerima raskin. "Kepala daerah hanya menyalurkan raskin, harus ke yang berhak, tidak boleh ke sanak saudaranya," kata Ical

Ical juga telah meminta Kepala BPS untuk menyerahkan data RTS yang sedang diverifikasi kepada para gubernur melalui Kantor BPS setempat. Ical juga menyatakan, Perum Bulog telah mencetak kartu penerima raskin di seluruh Indonesia dengan format yang seragam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×