kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Pemerintah Ubah Raskin Menjadi Rasmas


Jumat, 27 Februari 2009 / 12:30 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Djumyati Partawidjaja | Editor: Djumyati P.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan mengubah istilah beras miskin (raskin) menjadi beras masyarakat (rasmas). Pasalnya, 18,5 juta RTS yang menerima raskin tahun ini mencapai 1,8 kali lebih besar dari total jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan. "Artinya, program raskin ini melayani masyarakat yang jumlahnya 80% lebih besar dari penduduk miskin. Tidak hanya penduduk miskin yang memperoleh raskin," ucap Menkokesra Aburizal Bakrie, Jumat (27/2)

Ical juga menegaskan bahwa dalam penyaluran raskin, para kepala daerah dilarang menentukan penerima raskin. Sebab, pemerintah pusat melalui BPS telah mengantongi RTS. Data tersebut sudah lengkap berisi nama dan alamat penerima raskin. "Kepala daerah hanya menyalurkan raskin, harus ke yang berhak, tidak boleh ke sanak saudaranya," kata Ical

Ical juga telah meminta Kepala BPS untuk menyerahkan data RTS yang sedang diverifikasi kepada para gubernur melalui Kantor BPS setempat. Ical juga menyatakan, Perum Bulog telah mencetak kartu penerima raskin di seluruh Indonesia dengan format yang seragam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×